Penyerang Persik Terkejut dan Kagum dengan Banyaknya Masjid di Kediri | Bolaindo

  • Bagikan



Ada satu hal yang membuat Youssef Ezzejjari terkesima dengan Kediri saat kali pertama datang. Bukan kuliner tahu kuning atau getuk pisangnya. Satu hal yang membuatnya terpesona adalah banyaknya masjid yang ada di Kediri.

’’Berapa banyak masjid di Kediri?’’ tanya Youssef Ezzejjari ketika kali pertama datang di Kediri pada 21 Juni lalu. Pertanyaan yang membuat kaget manajemen Persik Kediri, klub Liga 1 yang mendatangkannya musim ini. Pertanyaan yang juga sulit dijawab oleh mereka.

Youssef yang selama kariernya hanya bermain di Eropa terlihat heran dengan begitu banyaknya masjid yang bertebaran di Kediri. Sepanjang perjalanannya, dia hampir selalu menemukan masjid. Entah di jalan besar atau gang sempit. ’’Luar biasanya, masjid-masjid itu sangat bagus,’’ ungkap pemain keturunan Spanyol-Maroko tersebut.

Yang paling membuatnya terharu adalah ketika waktu salat tiba. Masjid-masjid tersebut seakan bersahut-sahutan dalam mengumandangkan azan. Hatinya langsung luluh dan bersyukur memilih Persik sebagai pijakan karier selanjutnya.

Sebagai muslim, tentu muncul perasaan bahagia. Dia merasa tidak kesulitan lagi dalam beribadah. Tidak seperti ketika berkarier di Spanyol, Inggris, ataupun Andorra yang sangat sulit menemukan masjid. ’’Saya cinta dengan atmosfer muslim di sini,’’ ujarnya.

Pemain 28 tahun itu mengaku masih dalam proses adaptasi dan belum hafal betul jalan-jalan di Kediri. ’’Nanti saya pasti akan ke masjid-masjid dan melakukan charity di sana, insya Allah,’’ ungkapnya.

Pria berkepala plontos itu mengaku, banyaknya masjid tidak ada di video yang dilihatnya di YouTube ketika mencari tahu soal Kediri. Juga tidak ada di penjelasan beberapa pemain Spanyol yang dikenalnya dan pernah bermain di Indonesia. Sebut saja Jose Galan hingga Fernando Rodriguez.

’’Mereka hanya memberi tahu soal kultur sepak bola dan fans di sini. Soal saya harus bisa beradaptasi agar bermain maksimal,’’ tutur pemain yang sebelumnya membela CE Carroi (Andorra) itu.

Padahal, banyaknya masjid juga membuat motivasinya berlipat. Makin mempermudah dirinya untuk beradaptasi. ’’Tentu saya jadi makin bersemangat untuk berprestasi bersama Persik,’’ paparnya.

Nah, beberapa pekan setelah bergabung latihan dan merasakan suasana Kediri, pemain yang mengaku bersahabat dengan pemain Barcelona Ricard Puig itu merasa sangat senang.

Tidak ada hambatan baginya untuk beradaptasi. Apalagi, rekan-rekannya di tim dan masyarakat Kediri menerimanya dengan baik.

Bahkan, pemain kelahiran Santa Coloma de Gramanet itu sudah merasakan jatuh cinta dengan Kediri. Menambatkan Kediri sebagai rumah keduanya selain kampung halamannya di Santa Coloma de Gramenet, Spanyol. ’’Saya berjanji akan mencetak gol sebanyak mungkin untuk kota ini,’’ tegasnya.

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan