Masuk Cuaca Ekstrem, Begini Bunyi Maklumat Pelayaran

  • Bagikan
alexametrics


JawaPos.com – Ditjen Perhubungan Laut menerbitkan Maklumat Pelayaran Nomor 85/Phbl/2021 tentang Keselamatan Berlayar. Pemberitahuan itu diumumkan seiring dengan gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di perairan Jawa mulai 13 Juli. Para nakhoda kapal diingatkan untuk selalu berhati-hati dalam melakukan pelayaran.

Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Adi Hermanto menjelaskan, maklumat dibuat berdasar masukan dari BMKG. Gelombang tinggi berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran. Bahkan bisa mendorong terjadinya kecelakaan.

”Terkait dengan cuaca, pasti kami sudah berkoordinasi dengan seluruh instansi maritim. Termasuk Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak,” kata Adi. Sejauh ini, lanjut dia, kapal pengangkut barang masih diperbolehkan melaut. Namun, mereka harus melakukan persiapan secara matang sebelum berlayar.

Adi menyatakan, saat ini hanya kapal-kapal besar yang diperbolehkan melaut. Yakni, kapal yang tahan goncangan ombak setinggi 1,5 meter. ”Kapal barang yang berukuran kecil disarankan istirahat dulu,” tutur Adi.

Menurut dia, imbauan juga disampaikan kepada nakhoda. Mereka harus tanggap. Pengemudi kapal diminta terus memantau cuaca. Nakhoda diminta secepatnya melapor jika mendapati cuaca ekstrem di tengah laut.

Sebelumnya, imbauan terhadap nakhoda juga disampaikan Ditjen Perhubungan Laut. Mereka diminta memantau kondisi cuaca sekurangnya enam jam sebelum kapal berlayar dan melaporkan hasilnya kepada syahbandar saat mengajukan SPB. Selama berlayar di laut, nakhoda juga diharuskan melaporkan hasil pantauan cuaca kepada stasiun radio pantai terdekat dan dicatat dalam logbook pelayaran.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *