Anggaran Kartu Prakerja Ditambah Rp10 Triliun, Fadli Zon: Buang-buang Uang!

  • Bagikan
Anggaran Kartu Prakerja Ditambah Rp10 Triliun, Fadli Zon: Buang-buang Uang!


TOPNEWS.MY.ID, Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memberikan kritikan soal anggaran penambahan Rp10 triliun untuk Program Kartu Prakerja yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menilai program itu hanya buang-buang uang saja dan seharusnya program tersebut bisa diberikan pemerintah secara gratis.

“Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli sebagaimana dikutip TOPNEWS.MY.ID dari twitter @fadlizon pada Senin (19/7/2021).

Ia juga menuturkan, lebih baik anggaran tersebut dapat dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK.

Atau mungkin, bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

“Sebaiknya uang Kartu Prakerja langsung diberikan pada mereka yang terkena PHK atau kasih insentif nakes dan bayar utang rumah sakit,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, penambahan anggaran tersebut dilakukan pemerintah sebagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

Koordinator PPKM Darurat Pulau Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah akan memberikan bansos tambahan sebesar Rp39,19 triliun yang akan dikucurkan segera oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

“Bantuan itu meliputi pertama pemberian beras Bulog 10 kg untuk 18,9 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Kedua bantuan sosial tunai 10 juta KPM. Ketiga pemberian tambahan ekstra 2 bulan untuk 18,9 juta KPM sembako,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Jakarta, Sabtu (17/7/2021).

Kemudian, tambahan untuk 5,9 juta KPM usulan, tambahan anggaran untuk kartu pra kerja senilai Rp10 triliun, dan juga subsidi listrik rumah tangga untuk 450 volt dan 900 volt diperpanjang 3 bulan sampai Desember 2021.

Selain penambahan anggaran untuk bantuan sosial di atas pemerintah juga meningkatkan alokasi anggaran untuk kesehatan sebesar Rp33,21 triliun.

“Selanjutnya perpanjangan subsidi kuota internet bagi siswa mahasiswa guru dosen selama 6 bulan dan juga subsidi abonemen listrik diperpanjang sampai Desember 2021,” ujarnya. []



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan