Hoax dr Lois Soal Obat Covid-19 Renggut Nyawa, Anak Korban: Dampaknya Luar Biasa, Ayah Saya Percaya

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Rumor yang lebih tepat disebut hoax soal obat-obatan yang disampaikan oleh dr. Lois Owien akhirnya memakan korban hingga meninggal dunia.

Adapun korban hoax dr. Lois tersebut merupakan seorang pria penderita Covid-19 yang telah telanjur terprovokasi ucapan-ucapan sang dokter.

Sang putra mengaku pilu melepas sang ayahanda tercinta, katanya ia menolak untuk mengonsumsi obat-obatan hingga akhirnya harus meninggalkan keluarga untuk selama-lamanya.


Baca Juga: Viral, Muslimah Dukung Pernyataan dr Lois Owien: Keluargaku Makan Obat…

Ya, hal itu disampaikan oleh seorang warga Depok bernama Helmi Indra yang bercerita mengenai ayahnya yang belum lama ini meninggal dunia.

Ia mengaku bahwa ayahnya yang tinggal di Tegal, Jawa Tengah, itu memang kerap kali terpengaruh berbagai berita hoax yang berkembang mengenai Covid-19.


Baca Juga: Polisi: dr Lois Owien Akui Kesalahannya atas Kasus Hoaks Covid-19

Hingga pada akhirnya pada 6 Juni 2021 lalu ayahnya dinyatakan positif Covid-19, tetapi malah menolak untuk mengonsumsi obat.

Padahal, adik Helmi sudah lebih dahulu dinyatakan positif dan mengalami gejala pusing dan kondisinya lemah.

“Sayangnya, minggu-minggu itu lagi ramainya podcast-nya Dokter Lois soal interaksi obat. Itu yang bikin banyak kematian yang ada tentang COVID-19. Nah, ayah saya percaya itu,” terang Helmi dikutip TOPNEWS.MY.ID dari detikcom via CNBC pada Minggu, 18 Juli 2021.


Baca Juga: dr Lois Owien Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Hoaks Covid-19

“Enggak mau minum obat banyak-banyak. Maunya obat pereda nyeri saja, takut napas hilang. Saya sempat berdebat waktu nyuruh minum obat ke Ayah,” sambung Helmi pilu.

Seperti diketahui, sebelumnya dr. Lois menyebutkan bahwa banyaknya pasien Covid-19 yang meninggal dunia disebabkan karena adanya interaksi antarobat.

Tak lama setelah propaganda itu, ayah Helmi yang berusia 60 tahun meninggal dunia karena memang ayahnya juga memiliki penyakit pembawa (komorbid), ditambah ogah minum obat lantaran percaya ucapan dr. Lois.

Sebelumnya, ayahnya juga menolak untuk divaksinasi lantaran adanya kabar bahwa vaksin tersebut tidak halal.

“Ayah saya termakan hoax vaksin itu haram. Padahal waktu itu saya sudah share berita soal MUI yang menyatakan vaksin itu halal. Waktu itu vaksinnya Sinovac. Padahal Bapak juga punya penyakit komorbid.”

Hingga saat ini Helmi masih merasa kesal dengan banyaknya hoax yang berkembang mengenai Covid-19.

Sebab, tanpa disadari, kabar palsu yang disebarkan itu berdampak pada dirinya sampai kehilangan sang ayahanda.

“Dampaknya luar biasa ini hoax. Bahkan saya masih berdebat dengan orang-orang yang di WA group itu. Bahkan dia enggak sadar bahwa yang di-share itu berbahaya,” tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *