Syaikh Siti Jenar dan Konsep Manunggaling Kaula Gusti yang Kontroversi

  • Bagikan
Syaikh Siti Jenar dan Konsep Manunggaling Kaula Gusti yang Kontroversi


TOPNEWS.MY.ID Syaikh Siti Jenar merupakan salah satu ulama yang berkontribusi dalam penyebaran Islam di Indonesia, ia memiliki banyak pengikut serta memiliki berbagai ajaran. Akan tetapi terdapat salah satu ajaran yang dianggap menyimpang dari syariat Islam, ajaran tersebut yaitu Manunggal Kawula Gust (Tuhan).

Konsep ajaran tersebut menyebar dan terdengar oleh para wali. Akhirnya  dianggap sebagai konsep yang menyimpang dari ajaran Islam. Atas dasar itu, kemudian terjadi pertemuan TOPNEWS.MY.ID para wali dan sejumlah tokoh penting di Istana Argapura, Giri atau yang sekarang disebut dengan Gresik.

Pertemuan itu menghadirkan beberapa wali dan ulama-ulama terkemuka, yaitu Sunan Kalijaga, Sunan Ampel, Sunan Kusus, Sunan Bonang, Tan Go Wat alias Syekh Bentong, Penembahan Madura, Pangeran Palembang dan terakhir Syekh Siti Jenar.

Para tokoh dan wali mengawali pertemuan itu dengan sesi bertukar pikiran yaitu memaparkan pengetahuan serta pemahaman mereka terkait dengan agama Islam. Suasana menjadi riuh ketika Syaikh Siti Jenar mendapatkan giliran untuk berpendapat.

Syaikh Siti Jenar berkata dengan tegas:

“Menyembah Allah dengan bersujud beserta ruku’-nya, pada dasarnya sama dengan Allah, baik yang menyembah maupun yang disembah. Dengan demikian, hambalah yang berkuasa, dan yang menghukum pun hamba juga.” (Ngabei Ranggasutrasna, dkk, Centhini: Tambangraras Amongraga, Jilid I, 1991:120-123).

Argumentasi tersebut tentu membuat beberapa orang di dalam forum itu berdiri dan menganggap bahwa Syaikh Siti Jenar telah berdosa karena menyimpang terlalu jauh dari agama dan menganggap dirinya sama dengan Tuhan.

Akan tetapi, dengan tenang Syaikh Siti Jenar menanggapi segala tudingan tersebut sembari berkata, “ Biar jauh tetap benar, sementara yang dekat belum tentu benar,”.

Menurut Syaikh Siti Jenar, dasar yang ingin disampaikan dari syahadat dan tauhid adalah manunggal atau bersatu. Artinya, semua ciptaan Tuhan pada akhirnya akan menyatu dengan yang menciptakan maka dari itu menjadi Manunggaling Kawula Gusti.

Syaikh Siti Jenar tetap teguh dengan argumentasi tersebut. Para wali memperingatkan bahwa konsep itu dapat menjadi sebuah ajaran yang sesat kepada para pengikutnya dan beliau bisa terancam mendapat hukuman mati karena sudah melenceng dari ajaran Islam.

Kendati dianggap menyimpang oleh beberapa wali, akan tetapi menurut para pengikut Syaikh Siti Jenar, tidak pernah menganggap dirinya sebagai Tuhan. Para pengikut beliau menjelaskan jika ajaran Manunggaling Kawula Gusti ini bukan bersatunya Tuhan dengan mahkluk-Nya, melainkan berarti semua yang diciptakan oleh Tuhan akan kembali kepada Tuhan.[]



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan