Polres Tanjung Perak Surabaya Tetap Patroli Kendati Sempat Ricuh dengan Warga

  • Bagikan
Polres Tanjung Perak Surabaya Tetap Patroli Kendati Sempat Ricuh dengan Warga


TOPNEWS.MY.ID 

Polres Tanjung Perak Surabaya Tetap Patroli Kendati Sempat Ricuh dengan Warga

Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya hari ini (11/7/2021) tetap melakukan kegiatan patroli dalam rangka penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, kendati sebelumnya pada Sabtu (10/7/2021) kemarin sempat terjadi kericuhan di kawasan Bulak Banteng.

“Operasi yustisi PPKM darurat tetap akan kami gelar rutin, tentunya dengan penguatan personel,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ganis Setyaningrum di Surabaya, Minggu (12/7/2021).

Ganis menuturkan, razia kali ini dilakukan dengan penguatan personel saat patroli mengingat lokasi tersebut sempat terjadi kericuhan.

“Sebenarnya, penambahan personel tidak perlu dilakukan jika masyarakat patuh terhadap aturan PPKM darurat,” ucap Ganis.

Perwira polisi menengah itu menegaskan bahwa kegiatan operasi yustisi tentunya demi keselamatan dan kesehatan masyarakat, termasuk tujuan PPKM darurat untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, khususnya di wilayah setempat.

“Kita tahu seluruh rumah sakit saat ini sudah penuh. Ketersediaan obat-obatan dan oksigen juga terbatas. Karenanya saya imbau masyarakat patuh,” ungkap dia.

Ia berharap masyarakat patuh terhadap aturan PPKM darurat sehingga jumlah personel untuk kegiatan operasi yustisi PPKM darurat setiap malam tidak perlu ditambah.

Sebelumnya, pada Sabtu (10/7/2021) malam waktu setempat terjadi kericuhan yang membuat polisi menetapkan tersangka kasus kericuhan, yakni seorang pemilik warung kopi berinisial E.

“Pemilik warung ini melakukan provokasi sehingga mengundang massa, dan terjadilah perusakan mobil patroli milik Polsek Kenjeran,” ujar Ganis.

Kericuhan berawal dari patroli yang dilakukan Satgas PPKM darurat, yakni Camat dibantu Polsek Kenjeran dan Koramil di daerah Bulak Banteng, dimana mereka mendapati warung kopi yang belum tutup sehingga meminta KTP pemilik warung untuk didata. Saat didata, pemilik warkop tidak terima dengan penindakan oleh petugas.

Diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat pandemi saat ini masih ada di tanah air.

PPKM darurat digelar mulai 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021 di Pulau Jawa dan Bali, khusus di Jawa Timur diberlakukan di seluruh daerah atau 38 kabupaten/kota.[]



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan