Menyusul Amerika dan Sekutunya Cabut dari Afghanistan, Taliban Makin Mengkhawatirkan!

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Kabul – Menyusul Amerika dan Sekutunya cabut dari Afghanistan, Taliban makin mengkhawatirkan! Pasca tentara Amerika Serikat (AS) meninggalkan perlahan Afghanistan, Taliban semakin membuat khawatir kubu pemerintah di sana. Bahkan, Taliban kini mengklaim telah menguasai 85 persen wilayah Afghanistan.

Seperti dilansir AFP, Minggu 11 Juli 2021, dalam pidato Presiden AS, Joe Biden di Gedung Putih, penarikan pasukan AS dilakukan karena telah ‘mencapai’ tujuan di Afghanistan. Membunuh Osama bin Laden, hingga menurunkan Al Qaeda, dan mencegah lebih banyak serangan ke AS.

Biden mengatakan, tidak akan lagi mengirim tentara AS untuk berperang di Afghanistan. Biden mengaku optimistis pemerintah Afghanistan akan bisa mengalahkan Taliban.


Baca Juga: Musni Umar Bicara Soal Rahasia Keberhasilan Taliban, Ferdinand: Tandai Orang…

Beberapa jam setelah penarikan pasukan AS, Taliban sudah mengklaim para petempurnya telah merebut kota perbatasan Islam Qala, perlintasan perbatasan utama dengan Iran.

Usai penarikan militer AS, sejumlah negara melakukan penarikan pasukan hingga evakuasi warganya imbas kondisi mencekam di Afghanistan. Seperti dilansir dari detikcom, Minggu 11 Juli 2021, sejumlah negara mengambil keputusan yang sama dengan sekutunya, yaitu militer AS yang meninggakan tanah yang terus dilanda insiden kekerasan dan peperangan tersebut.


Baca Juga: Eko Kuntadhi Bertanya, Lelaki Berdaster Celana Cingkrang Pakai Sandal Gunung…

Sehingga, menyusul AS, Australia turut menarik seluruh pasukan terakhirnya dari Afghanistan. Penarikan dilakukan selama beberapa pekan terakhir, sesuai pengumuman Australia pada April 2021 lalu guna menarik seluruh pasukan per September 2021 mendatang.

“Sebanyak 80 personel pendukung terakhir Australia telah meninggalkan Afghanistan dalam beberapa pekan terakhir,” terang Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton kepada Sky News.

Australia diketahui telah mengerahkan 39 ribu tentara di Afghanistan selama 20 tahun terakhir. Selama waktu itu, 41 tentara Australia tewas di medan perang.


Baca Juga: Eko Kuntadhi Sindir Pakaian Anak Taliban, Netizen Posting Cucu Jokowi

Sementara itu, India juga sudah mengevakuasi sekitar 50 diplomat dan personel keamanan dari konsulatnya di Kandahar, bekas benteng Taliban di Afghanistan Selatan. Evakuasi dilakukan usai beberapa hari terjadi pertempuran sengit TOPNEWS.MY.ID pasukan keamanan Afghanistan dan Taliban di tepi Kota Kandahar.

Konsultan Jenderal tidak ditutup kendati sudah ada evakuasi. Kini hanya ada sejumlah pegawai lokal yang berada di sana.

Sebuah sumber keamanan mengatakan, sekitar 50 personel India, termasuk sekitar enam diplomat, telah dievakuasi dari konsulat. Namun, tidak diketahui jelas apakah mereka dibawa ke Kabul atau dievakuasi ke New Delhi.

Pada 2 Juli 2021 lalu, China juga mengevakuasi 210 warga negaranya dari Afghanistan dengan alasan keamanan. Evakuasi dilakukan dengan maskapai Xiamen Airlines, yang melakukan penerbangan darurat dari Ibu Kota Kabul menuju Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Otoritas China menyerukan agar semua warganya meninggalkan Afghanistan, tanpa menyebut lebih lanjut jadwal penerbangan evakuasi selanjutnya.

Adapun Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan KBRI Kabul, mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Afghanistan segera meninggalkan Afghanistan. Kemlu juga memastikan terus memonitor WNI yang masih berada di Afghanistan.

“Menyikapi situasi keamanan yang saat ini kurang kondusif di Afghanistan, KBRI Kabul mengimbau kepada seluruh warga negara Indonesia yang saat ini masih berada di Afghanistan untuk segera meninggalkan negara akreditasi,” demikian bunyi keterangan dalam Instagram KBRI Kabul @indonesiainafg seperti dilihat, Sabtu 10 Juli 2021.

“Adapun terkait adanya ancaman yang dapat terjadi setiap waktu, kami mengimbau kepada WNI untuk menyiapkan evacuation bag (tas evakuasi) yang terdiri atas dokumen berharga, pakaian, dan obat-obatan pribadi serta sejumlah uang tunai sebagai langkah antisipasi,” imbuh unggahan itu.

Kini sudah ada 46 WNI yang kembali ke Indonesia lantaran berbagai alasan dan tidak hanya alasan keamanan. Namun, masih ada tiga WNI yang masih tinggal di Afghanistan karena bekerja, mereka juga sudah diimbau untuk meninggalkan negara tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan