Kasus Narkoba Nia dan Ardi, Praktisi Ingatkan Aparat Soal Equality Before The Law

  • Bagikan
Kasus Narkoba Nia dan Ardi, Praktisi Ingatkan Aparat Soal Equality Before The Law


TOPNEWS.MY.ID, Kepolisian diminta bersikap adil dan tak pandang bulu dalam penegakan hukum kasus narkoba yang menjerat anak dan mantu “orang besar” di negeri ini. Penegakan hukum terhadap Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie harus didasari azas hukum bahwa semua orang sama di depan hukum (equality before the law). 

Praktisi Hukum Masriadi Pasaribu mengatakan, kesamaan di hadapan hukum berarti setiap warga negara harus diperlakukan adil oleh aparat penegak hukum. Jangan sampai hukum tajam kepada orang yang tidak punya kuasa tapi tumpul kepada mereka yang punya segalanya. Masri mengingatkan UUD 1945 Pasal 27 Pasal 28D soal equality before the law tersebut.

“Masyarakat Indonesia berharap terwujudnya kepastian hukum dan tertib hukum berdasarkan kebenaran dan keadilan dalam kasus ini (Nia dan Ardi),” kata Masri kepada TOPNEWS.MY.ID, Sabtu (10/7/2021).

Diakuinya, dalam kasus narkoba ada celah korban bisa mengajukan rehabilitasi setelah dilakukan asesmen. Masri mengungkapkan, nanti tim asesmen yang terdiri dari BNN, Polisi, Jaksa dan dokter akan melihat bisa direhab apa tidak. 

“Karena itu, tim asesmen harus profesional dan proporsional melihat kasus NR dan AB itu. Sebab, sekarang yang muncul kesan di masyarakat bahwa ujung kasus dari mereka masuk rehab, selesai kasus,” kata Masri.

Sebelumnya, Wa Ode Nur Zainab, pengacara Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, mengatakan bahwa keduanya merupakan korban penyalahgunaan narkoba. Pengacara akan mengajukan permohonan rehabilitasi bagi Nia dan suaminya, Ardi Bakrie.

“Dalam hal ini insya Allah kami juga sudah mempersiapkan permohonan untuk mengajukan rehabilitasi, insya Allah dalam waktu dekat ini asesemen dapat dilakukan oleh pihak kepolisian,” kata Wa Ode Nur Zainab, kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Jumat (9/7).

Sebagai korban, anak dan menantu dari Aburizal Bakrie ini dikatakan Wa Ode berhak mendapat pelayanan rehabilitasi. Menurut Wa Ode hal ini sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, itu pasal 54 kalau tidak salah, bahwa justru rehabilitasi itu wajib diberikan kepada korban. Ingat ya karena ini korban, harus diberikan pengobatan medis,” sambungnya.

“Dan tentunya ini ada treatmenttreatment sehingga beliau berdua dan siapa pun juga penyalah guna ini bisa kembali ke masyarakat,” ujar Wa Ode. 

Sementara, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi menyatakan tetap membawa pasangan Nia Ramadhani-Ardi Bakrie ke pengadilan meski jika nantinya permohonan rehabilitasi dikabulkan. 

“Rehabilitasi bukan perkara tidak dilanjutkan, tetap kita lanjutkan, tetap disidang, nanti akan divonis hakim, ancamannya 4 tahun,” kata dia, di Polres Metro Jakarta Pusat, Sabtu (10/7). 

Permohonan rehabilitasi yang diajukan pihak Nia dan Ardi akan tetap ditindaklanjuti. Nantinya, tim asesmen terpadu dari Badan narkotika Nasional (BNN), Polri, Kejaksaan, hingga dokter akan menilai kelayakannya. []



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan