Ada Polisi Bersenjata Api saat Tangkap Nia Ramadhani, Pengacara Anggap Berlebihan 

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID – Kuasa hukum Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie mengaku akan mengikuti proses hukum yang berlaku dalam menangani kasus keterlibatan keduanya terhadap penyalahgunaan narkotika. Namun, pihaknya menyayangkan adanya polisi yang membawa senjata api saat menangkap Nia Ramadhani di kediamannya pada Rabu (7/7). 

Sebagai kuasa hukum, Waode Nur Zainab menganggap hal tersebut berlebihan. Terlebih, yang ditangkap adalah Nia Ramadhani yang notabenenya adalah seorang ibu rumah tangga. 

“Memang ada yang kami lihat agak-agak berlebihan sebagai penasihat hukum ketika, saya nggak melihat langsung, tapi di media ada (polisi) yang membawa senjata itu kan nampaknya sangat berlebihan. apalagi itu ada perempuan, seorang ibu ya,” ungkap Waode. 

Menurutnya, keterlibatan Nia Ramadhani dalam kasus tersebut sejatinya adalah korban dari peredaran barang ilegal narkotika. Maka dari itu, proses penangkapan Nia dimana dirinya menemukan adanya pihak kepolisian yang membawa senjata api dinilai berlebihan. 

“Ini kan korban ya. mereka hanya menggunakan dan itu cuma yang ditemukan 0,78 (gram sabu), artinya betul-betul mereka pengguna bukan pengedar, jadi tidak perlulah menggunakan senjata,” pungkasnya. 

Seperti yang diketahui, Nia Ramadhani ditangkap di kediamannya, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan bersama supirnya yang berinisial ZN pada Rabu (7/7). Mereka berdua lebih dulu dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat dengan barang bukti 0,78 gram sabu dan alat hidapnya. 

Dari hasil pengembangan, nama Ardi Bakrie juga disebut Nia sebagai pengguna sehingga pada malam harinya, tanggal 7 Juli Ardi mendatangi Polres Metro Jakarta Pusat untuk menyerahkan diri. Dari hasil tes urine, Nia, Ardi dan supirnya berinisial ZN dinyatakan positif metaphetamine.

KOMENTAR

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi TOPNEWS.MY.ID. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan