Bupati PPU Tidak Mau Lagi Terlibat Penanganan Covid-19



TOPNEWS.MY.ID – Bupati Penajam Paser Utara tak mau lagi terlibat dalam penanganan covid-19, karena mengklaim tersudutkan oleh masalah anggaran.

Sebagai kepala daerah, Bupati Abdul Gofur Mas’ud mengaku pengadaan dan penanganan covid-19 justru menimbulkan masalah, seperti pengadaan chamber disinfektan dan masker pada tahun 2020 yang tergolong mahal dituntut untuk menyesuaikan harga normal.

Gofur mengaku kesal dan tak mau lagi mengurusi penanganan covid-19 sebelum ada aturan hukum yang jelas.

Meski demikian, ia tak menyerah menghadapi pandemi corona.

Sementar, Bupati Mamberamo Raya, Papua, Dorinus Dosinapa ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana covid-19, sebesar 3,1 miliar rupiah.

Dari total 3,1 miliar yang dianggarkan, 2 milliar rupiah digunakan sebagai mahar partai untuk maju dalam Pilkada 2020.

Sementara sisanya sebesar 1,3 miliar rupiah digunakan untuk kepentingan pribadi.

Jangan lewatkan streaming Kompas TV live 24 jam non stop di agar kamu semua tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.

Subscribe juga channel YouTube Kompas TV dan aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru langsung.

https://www.youtube.com/watch?v=IOL6UR6ygJc

Respon (38)

  1. TANGKAP KPK ???
    Satu bilik harganya Rp 500.000.009.
    Berapa duit yang kamu KORUPSI bupati penajam paser utara ??? Ha..hah..dasar RAKUS..
    "Krisis moneter PALA LOE PEYANG…

  2. DPR mah ngurus kantong sendiri mulu. Rakyat mati kena wabah mah ga penting buat mereka. Klo UU yang tidak mengisi kantong pribadi lama banget bikinnya.

  3. papua dana covid yg korupsi 3,2 M.. yg popularitas nya lbh byk di jawa.
    brrt jawa dana covid yg dkorupsi lbh besar…
    pantesan aj gk selesai…
    covid spt sinetron.

  4. Teruskan korupsi mumpung masih bisa korupsi.klu gak ada jabatan mana bisa korupsi.truskan jgn takut. Keputusan hukum didunia ada dihakim.kecuali klu udah ada UU hukuman mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *