Jatim Kembali Zona Merah, Dipicu Melonjaknya Okupansi Rumah Sakit

  • Bagikan
alexametrics


TOPNEWS.MY.ID – Lonjakan pasien baru yang terpapar virus korona selama beberapa pekan terakhir berimbas signifikan terhadap status zona risiko persebaran di wilayah Jatim. Buktinya, jumlah kabupaten/kota yang kini berstatus zona merah melonjak drastis. Jika pekan lalu hanya tiga daerah, kini bertambah hampir tujuh kali lipat. Hingga kemarin, sebanyak 20 daerah berstatus risiko tinggi. Selain itu, tak ada lagi kabupaten/kota yang berstatus zona kuning.

Berdasar data Satgas Covid-19 Jatim kemarin, situasi pandemi di wilayah zona merah memang mengalami tren naik. Yang paling terlihat adalah lonjakan jumlah pasien baru. Misalnya, di Ngawi seharian kemarin sedikitnya ada tambahan 346 kasus baru. Atau di Lumajang yang bertambah 154 kasus.

Selain itu, status zona merah di 20 daerah tersebut tak lepas dari bed occupancy rate (BOR) di Rumah Sakit (RS) maupun fasilitas kesehatan rujukan. Bahkan, di sejumlah daerah, okupansinya sudah di atas 90 persen. Malah, di Kota Batu, BOR layanan kesehatan 100 persen.

Situasi tersebut diperparah dengan tumbangnya para tenaga kesehatan (nakes). Misalnya, RSUD Soedono Madiun. Sebanyak 88 nakes dinyatakan positif. ”Dapat dibayangkan kesulitan kami membagi tenaga untuk perawatan pasien Covid-19 yang melonjak,’’ kata Plh Direktur RSSM Dwi Siwi Mardiati.

Ya, makin penuhnya RS/fasilitas kesehatan di Jatim jadi salah satu indikator utama yang membuat 20 kabupaten/kota tersebut naik status menjadi zona merah. ”Ini merupakan warning bagi kita semua. Saya meminta masyarakat saling menjaga diri dan keluarga,’’ kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Saat ini, kata Khofifah, pemprov sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menguatkan layanan kesehatan. Yakni, menambah jumlah bed yang melayani Covid. Salah satunya, ICU Covid-19 yang bertambah dari 844 menjadi 1.310 bed. Bed isolasi juga ditingkatkan dari 7.110 menjadi 14.554 bed.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/kid/sat/c13/ris



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *