Curhat Istri Morata Keluarganya Diancam Kekerasan

  • Bagikan
England


“Ternyata netizen luar negeri juga bar-bar.”

TOPNEWS.MY.ID – Semua pekerjaan atau profesi memiliki resiko masing-masing yang harus ditanggung oleh mereka para pekerja, yang entah itu dijalankan dengan hati dan sesuai bakat atau karena tak ada pilihan lain alias terdesak situasi.

Pesepakbola juga demikian. Bukan cerita baru, ketika seorang pemain dianggap sebagai biang kekalahan tim, maka teror psikologis sampai fisik pun pada level tertentu pernah mereka terima.

Teror itu juga biasanya ikut berbuntut pada keluarga sang pemain, kasus terbaru bisa kita baca dengan jelas pada striker timnas Spanyol, Alvaro Morata dan keluarga kecilnya.

Teror Pada Keluarga Morata

Istri Morata menerima ancaman pembunuhan dan serangan keji, meski lewat daring, hal itu tak menghentikan ketakutan dan kecemasan perempuan yang menikah dengan Morata pada 2017 silam.

Spanyol tersingkir dari Euro 2020 di tangan Italia pada babak semifinal Selasa malam (7/7) yang lewat. Sebelum itu  laga berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu, dimana Morata yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-80.

Momen menyenangkan bagi Morata itu segera berubah menjadi momen menyakitkan saat dimana ia gagal mengeksekusi penalti terakhir Spanyol dan itu membuat Italia menang 2-4, Azzurri memesan satu tempat mereka di final. 

Ini adalah turnamen yang sulit bagi Morata, bagai jatuh masih tertimpa pula.
Morata telah menghadapi ancaman pembunuhan dan komentar keji di media sosial selama kompetisi betlamgz. 

Tetapi selama dan setelah pertandingan Spanyol vs Italia, istrinya yang kebetulan orang Italia bernama Alice Campelllo — yang telah mengenakan jersey Spanyol di sebagian besar turnamen — dialah yang menanggung beban terberat, dengan beberapa pengguna media sosial memposting komentar yang bertendensi
menyerang model tersebut, dan bahkan juga ketiga anaknya.

Menyusul rentetan komentar kebencian, Campello akhirnya bersuara di Instagram untuk melampiaskan rasa frustrasinya, dan ia menyerukan  semacam”tindakan serius” untuk diambil terhadap mereka yang menggunakan ujaran kebencian semacam itu di media sosial.

“Saya sangat berharap bahwa di masa depan tindakan serius dapat diambil terhadap orang-orang seperti ini karena itu memalukan dan tidak dapat diterima .”

Ia juga membagikan gambar dari beberapa komentar tercela yang dia terima, termasuk yang berbunyi: “Suamimu menderita kanker anjing dan anak-anakmu juga” 

Lalu, “Jangan berani-berani mempublikasikan foto-foto gol Morata atau aku akan pergi ke rumahmu dan membakarmu langsung,”

Sementara itu pengguna lain mengatakan bahwa “Baik Anda (Morata dan Campello) dan anak-anak Anda akan mati karena serangan jantung”.

Menanggapi yang berseliweran itu, “Sejujurnya, saya tidak menderita atas pesan-pesan ini, sungguh,” tulis Campello. 

“Saya bahkan tidak berpikir itu adalah faktor bahwa saya orang ‘Italia’, tetapi salah satu ketidaktahuan. Tapi saya pikir jika itu terjadi pada gadis yang lebih rapuh, itu akan menjadi masalah. Olahraga adalah untuk menyatukan, bukan untuk melampiaskan frustrasi Anda,” tulisnya.

Komentar Alvaro Morata

Dalam percakapan dengan Radio Cope, pemain Juventus itu pada akhirnya juga buka suara tentang ancaman pembunuhan dan penghinaan yang dia terima,

“Saya telah menerima ancaman pembunuhan, penghinaan yang ditujukan pada keluarga saya, mengatakan bahwa mereka berharap anak-anak saya mati … tapi saya baik-baik saja, mungkin beberapa tahun yang lalu saya akan marah. Saya telah menghabiskan beberapa minggu jauh dari semuanya,” katanya.

“Saya berharap orang-orang akan menempatkan diri mereka di posisi saya: ketika diberi tahu bahwa anak-anak Anda harus mati,” tambahnya. “Ketika sebuah tragedi terjadi, mereka akan berkata: ‘ini orang baik’. Setiap kali saya sampai di kamar, saya menyimpan ponsel saya. “

Sejurus kemudian Morata mengakhiri kalimatnya, “Yang mengganggu saya adalah mereka mengatakannya kepada istri saya.”

(gigih imanadi darma/gie)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan