Kasus COVID-19 Terkendali, Munas Kadin di Kendari Dapat Dilaksanakan Sesuai Jadwal

  • Bagikan
Kasus COVID-19 Terkendali, Munas Kadin di Kendari Dapat Dilaksanakan Sesuai Jadwal


TOPNEWS.MY.ID, Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. 

Sesuai rencana, Munas Kadin akan tetap digelar pada 30 Juni 2021 di Kendari. Hal itu merujuk pada data Dinas Kesehatan Kota Kendari yang menyebut angka penularan COVID-19 yang masih terkendali.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Rahminingrum mengatakan, beberapa minggu lalu, kasus positif COVID-19 sempat turun drastis. Bahkan hanya menyisakan puluhan orang yang terkonfirmasi positif. 

“Berdasarkan data Kewaspadaan COVID-19 Kota Kendari, Jumat 11 Juni 2021 tercatat hanya 35 orang konfirmasi positif. Kendati demikian, Tim Yustisi Kota Kendari terus memastikan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan,” kata Rahminingrum dalan keterangan tertulis, Sabtu (19/6/2021).

Rahminingrum menilai, kasus COVID-19 di Kendari tidak melonjak karena dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, cakupan vaksinasi semakin hari terus bertambah. Dengan begitu, otomatis semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kekebalan. 

Saat ini vaksinasi COVID-19 rutin dilakukan di 15 Puskesmas dalam Kota Kendari, dan di kantor Dinas Kesehatan Kota Kendari. Selain itu, juga sering dilakukan kegiatan vaksinasi massal untuk populasi yang besar. 

“Tercatat per 8 Juni 2021, total 32.304 warga Kendari telah disuntik vaksin dosis pertama. Lalu, dari jumlah tersebut, warga yang telah disuntik vaksin dosis kedua sebanyak 20.269. Mereka terdiri dari tenaga kesehatan, pelayan publik, dan lansia,” terang Rahminingrum. 

Faktor kedua, lanjut Rahminingrum, pemerintah kota yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tingginya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan anjuran prokes tersebut.

“Kemudian yang ketiga mengurangi mobilitas masyaakat. ASN seperti saya benar-benar mengurangi mobilitas dan menerapkan work from home (WFH),” kata Rahminingrum.[]

  



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *