Relawan Jokowi-Prabowo 2024 Bakal Gelar Syukuran, Rachlan Nashidik: Gerakan Ini Jelas Melawan Konstitusi

  • Bagikan
Relawan Jokowi-Prabowo 2024 Bakal Gelar Syukuran, Rachlan Nashidik: Gerakan Ini Jelas Melawan Konstitusi


TOPNEWS.MY.ID, Upaya mengusung Presiden Jokowi untuk ketiga kalinya sepertinya bukan isapan jempol. Bahkan, Jokowi mulai disandingkan dengan Ketua Umum Gerindra yang juga Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

Upaya tersebut mulai terbentuk nyata dengan adanya acara syukuran sekretariat nasional Jokowi-Prabowo 2024 pada Sabtu (18/6/2021). 

Informasi kegiatan syukuran itu beredar lewat poster yang tersebar luas di media sosial Twitter. Pada bagian paling atas poster itu, terpampang foto Jokowi dan Prabowo dengan tanda pagar atau hastag #Jokpro2024. Di bawahnya terdapat tulisan Komunitas Jokowi-Prabowo dengan font yang lebih besar. 

“Kami mengundang ibu, bapak, saudara-saudara sekalian pada acara: Syukuran Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo 2024,” begitu tertulis di poster itu. 

Berdasarkan tulisan di poster, acara tersebut rencananya bakal diselenggarakan Sabtu (19/6/2021) pukul 12.00 WIB sampai selesai. Bertempat di Jalan Tegal Parang Selatan 1 No, 37, RT. 2/RW.5, Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan. 

“Demi kebaikan bersama, panitia menyediakan swab antigen sebelum acara dimulai,” tertulis di bagian bawah stiker itu. 

Saat dikonfirmasi ke nomor telepon yang tertera pada poster itu, Ida Ismael membenarkan adanya kegiatan itu.

“Benar,” kata Ida Ismael. Namun ia menolak saat ditanya lebih lanjut. “Maaf ya… Saya belum istirahat dari siang, nonstop melayani media yang mau daftar untuk hadir di acara besok dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Besok saya harus berangkat pagi untuk persiapan,” katanya. 

Menanggapi itu, politisi Partai Demokrat Rachlan Nashidik melayangkan mengkritik keras. Ia lalu menyinggung penguasa Indonesia seperti Soekarno dan Soeharto yang ditopang sistem politik otoriter. 

“Soekarno berkuasa puluhan tahun. Soeharto berulang jadi Presiden. Tapi mereka bisa begitu karena sistem politik otoriter, ditopang konstitusi darurat tanpa batasan masa jabatan Presiden. Konstitusi kita bilang kini cuma boleh 2 periode,” tulisnya di akun Twitter @RachlanNashidik, Jumat malam ini.

Lantaran konstitusi hanya membolehkan dua periode, acara syukuran itu, kata dia, jelas-jelas merupakan bentuk pembangkangan terhadap amanat konstitusi. 

“Jadi ini jelas gerakan melawan konstitusi,” tulisnya.[]



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *