Momen Belanda Bikin Thierry Henry Bertekuk Lutut di Euro 2008

  • Bagikan
England


“Harapan Henry dan Prancis telah sirna hanya dalam 30 detik, saat-saat itulah, yang terbaik mungkin hanya menantikan peluit akhir.”

TOPNEWS.MY.ID – Biasanya, ketika Thierry Henry berlutut di lapangan sepak bola, itu merupakan sebuah perayaan gol.Salah satu foto paling ikonik Henry adalah ketika pemain Prancis itu meluncur di depan para penggemar Arsenal, sebuah kegembiraan usai mencetak gol yang menakjubkan di Derby London utara pada tahun 2002.

Namun, pada satu kesempatan, keputusasaan dan rasa rendah dirilah yang membuat seorang Henry berlutut.  Mengapa dan apa yang terjadi?

 
Belanda vs Prancis Euro 2008

Tergabung dalam grup neraka ; Prancis, Italia, Belanda, Rumania harus saling jegal untuk mendapat tiket 16 besar. Setelah bermain imbang 0-0 di pertandingan pertama dengan Rumania, Prancis tahu bahwa mereka harus menang, tapi yang akan mereka hadapi bukan sembarang, Belanda, yang mana pada laga sebelumnya telah melibas Italia 3 gol tanpa balas.

Kota Bern, Swiss jadi tempat pertemuan untuk keduanya. Sepuluh menit berjalan, Prancis sudah tertinggal. Kuyt menyundul bola dari sepak pojok setelah luput dari perhatian Florent Malouda. 

Pasukan Raymond Domenech harus merespons, dan sisa babak pertama beberapa kali Thierry Henry dan kolega membuat Van der Sar tetap sibuk.

Tapi Van Basten juga sangat jeli, dengan memutuskan menarik keluar Orlando Engelaar, salah satu dari dua gelandang bertahan, dan memasukkan Arjen Robben yang daya jelajahnya bagus. Van Basten juga melepas Kuyt dan memasukkan yang lebih energik, Robin Van Persie.

Belanda praktis sangat mengerikan ; Van der Vaart, Sneijder, Van Persie, Robben, Van Nistelrooy  dan Nigel de Jong. 

Mereka membuat lawan mereka terlihat seperti sekelompok pemain liga Minggu yang mabuk. Dan itu terbukti, Prancis ketar-ketir. Hanya tiga menit setelah masuk, Van Persie menggandakan keunggulan timnya lewat bola matang hasil umpan Robben. 

Henry kemudian sempat membuat gol balasan dengan penyelesaian dekat tiang yang cekatan untuk memberikan harapan bagi bangsanya. Tapi itu hanya berlangsung selama 30 detik. Langsung setelah kick-off, bola berada di kaki Robben dan si lincah itu meliuk di dalam kotak, dan dari sudut sempit, dia memasukkan bola ke atap gawang. 

Pada saat itulah. Saat Roben mengangkat bahu sebagai satu selebrasi. Henry berlutut frustasi. Tidak percaya dengan apa yang terjadi.

Harapan Henry dan Prancis telah sirna hanya dalam 30 detik, saat-saat itulah, yang terbaik mungkin hanya menantikan peluit akhir. Itu terjadi pada menit ke-70,
tetapi ternyata Belanda belum selesai menyiksa Italia.

Banyak peluang beruntun ; tandukan Van Nistelrooy, sepakan mendatar Arjen Robben. Tapi hanya satu yang menambah gol, di penghujung laga ketika Sneijder mengambil bola di tepi kotak dan berbalik dan lalu menembakkannya ke sudut atas.

Belanda tidak hanya menempatkan empat gol melewati salah satu tim terbaik di dunia, tetapi tiga gol di antaranya benar-benar sangat menakjubkan.

Meskipun secara teknis tidak mencapai apa-apa, Van Basten dan angkatan 2008 masih banyak dipuji setelah turnamen, dan dikenang dengan penuh kasih di seluruh tanah air mereka hingga hari ini.

Johan Cruyff pernah berkata: “Kualitas tanpa hasil tidak ada gunanya, hasil tanpa kualitas itu membosankan.” Mencapai keseimbangan itu adalah sesuatu yang sulit dilakukan oleh Belanda.

Gaya sepak bola mereka yang menyerang dan penuh semangat selama bertahun-tahun telah menyenangkan untuk ditonton dan Prancis bersama Henry merupakan tontonan yang paling menarik diantaranya.

(gigih imanadi darma/gie)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan