COVID-19 Belum Reda, Persebaya Sesalkan Konvoi Bonek | Bolaindo

  • Bagikan



Peringatan ulang tahun Persebaya Surabaya ke-94 yang jatuh pada Jumat (18/6/2021), diwarnai aksi kericuhan.

Puluhan ribu Bonek, suporter Persebaya, melakukan konvoi di jalan-jalan protokoler Surabaya. Stadion Gelora 10 November atau biasa disebut Tambaksari menjadi lokasi tujuan.

Mereka melakukan pawai sambil menyalakan flare dan menyanyikan lagu-lagu kebanggaan Persebaya. Awalnya, pihak-pihak terkait yang berjaga seperti kepolisian, TNI, BPB Linmas, dan Satpol PP mencoba memberikan teguran yang bersifat persuasif.

Beberapa suporter memahami dan mengurungkan niatnya untuk berpesta. Dalam situasi pandemi seperti sekarang, kegiatan yang mereka lakukan tentu tak elok. Sebab, kasus positif COVID-19 di wilayah Surabaya dan sekitarnya terus meningkat dan mereka justru menciptakan kerumunan masal.

Namun, beberapa ulah oknum ‘memaksa’ pihak kepolisian melakukan tindakan preventif. Gas air mata pun dilepaskan untuk membubarkan massa yang semakin tak kondusif.

Manajer Fans Relation Persebaya Surabaya, Sidik Maulana Tualeka, menyayangkan kejadian tersebut. Ia yang berada langsung di tempat kejadian perkara, menyesalkan kericuhan tersebut.

“Kami menyesalkan adanya kejadian tersebut. Seluruh koordinator empat tribune telah berkomitmen untuk tidak melakukan euforia dalam peringatan ini. Jadi hal ini murni tindakan individu-individu dari suporter,” jelasnya.

“Tetapi ada indikasi memang mereka yang datang kebanyak dari luar Surabaya,” imbuh pria yang akrab disapa Alek tersebut.

92 Oknum Suporter Ditangkap

Dari kericuhan tersebut, ada 92 orang suporter Persebaya Surabaya yang telah diamankan pihak kepolisian. Terdiri dari 90 laki-laki dan dua orang perempuan dan mereka diwajibkan menjalani swab test untuk mendeteksi hal yang tak diinginkan.

Setelah dipastikan seluruh oknum tersebut tak ada yang positif. Mereka mulai dibebaskan atau diperkenankan kembali pulang ke kediamannya masing-masing.

“Ini bukan seperti kami yang menjadi panitia konser lalu terjadi kericuhan. Ini murni tindakan masing-masing individu. Tetapi kami menyayangkan mereka mengambil cara-cara tersebut dalam merayakan ultah Persebaya,” tegasnya.

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *