Semoga Kembaran Saya Bisa Juara

  • Bagikan


MELIHAT sosok Romelu Lukaku, saya teringat diri sendiri. Seperti berkaca di cermin. Dari sisi fisik, mungkin sangat mirip. Lukaku adalah kembaran saya, hahahaha….

Karena Lukaku kembaran saya, di Euro 2020 saya jagokan Belgia. Bahkan, ketika Persipura Jayapura, tim yang saya latih, mengadakan adu tebakan siapa yang akan jadi jawara Euro 2020, saya langsung sodorkan nama Belgia. Lukaku jadi alasan pertama, yang lain tentu kekuatan tim.

Berisi pemain muda potensial atau bisa dikatakan generasi emas, Belgia sangat kuat secara materi di semua lini.

Kendala mereka hanya satu: mental juara.

Sejatinya bukan sekarang saja Belgia punya generasi emas. Era 80-an hingga 90-an, mereka punya nama-nama hebat seperti Eric Gerets, Jan Ceulemans, Jean-Marie Pfaff, Enzo Scifo, Michel Preud’homme, dan Eric Willmots yang sempat membuat saya terpana. Saya jatuh cinta pada permainan mereka di Piala Dunia 1982.

Sayang, walau diisi pemain-pemain hebat saat itu, Belgia tetap saja kandas. Tetap tidak bisa berbuat banyak. Kandas sebelum sampai babak puncak.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan