Ada Apa dengan Coca-Cola? Usai Ronaldo dan Pogba, Kini Giliran Manuel Locatelli

  • Bagikan
Ukraine


“Dari pekan ke pekan tampaknya Coca-Cola berpindah nasib dari buruk menjadi lebih buruk”

TOPNEWS.MY.ID – Sikap Cristiano Ronaldo yang menyingkirkan minuman bersoda Coca-cola dalam konferensi pers beberapa hari yang lalu menuai banyak perbincangan di sosial media. Seakan-akan tahu bakal di ikuti pemberitaan media, para pesepakbola lain entah dengan sengaja atau tidak juga ikut melakukan hal serupa. Pogba misalnya. 

Dan ternyata masih berlanjut, kini giliran Manuel Locatelli, gelandang timnas Italia yang bermain epik dalam kemenangan 3-0 atas Italia pada Rabu Malam (16/6) juga ikut-ikutan aksi tidak mengindahkan Coca-cola.

Pemain Sampdoria itu dinobatkan sebagai Man of the Match dan karenanya berhak 
atas  konferensi pers pasca-pertandingan untuk memberikan pandangannya tentang permainan yang dimana ia mencetak dua gol.

Sebelum memulai wawancara, gelandang berusia 23 tahun meletakkan botol airnya di tengah meja dan lalu menggeser ke sisi kanan dua botol Coca-Cola agar tidak terlihat.

Dengan cara yang agak jenaka, Manuel Locatelli kemudian benar-benar menirukan gaya Ronaldo dengan mengatakan ‘acqua’ (bahasa Italia untuk ‘air putih’).

Dan itu menghasilkan tawa dari para wartawan. Lihatlah aksi kocaknya berikut :

Semua sepakat persona dan pengaruh Ronaldo begitu besar, jadi tidak mengherankan jika pemain lain di Euro 2020 sekarang mengikuti jejaknya. Termasuk soal Coca-Cola. Dan Locatelli ialah peniru yang ulung dan jenaka.

Menurut  laporan dari The Daily Mail, tindakan Ronaldo tersebut telah merugikan Coca-Cola sebesar 4 miliar Dollar atau setara dengan 57 Triliun. Mari kami ulangi, 57 Trilliun.

Dan setelah aksi itu diikuti oleh Pogba dan Locatelli meski dengan cara yang berbeda, agaknya nilai kerugian yang ditimbulkan akan bertambah.

Dan kita patut bertanya, apa yang sebenarnya terjadi dengan perusahaan minuman bersoda asal Amerika Serikat tersebut?

Dari pekan ke pekan tampaknya Coca-Cola berpindah nasib dari buruk menjadi lebih buruk.

Terkait pelbagai peristiwa yang serupa itu, UEFA akhirnya ikut menanggapi dengan mengatakan bahwa setiap orang memiliki ‘selera dan kebutuhan’ masing-masing

“Pemain ditawari air, bersama Coca-Cola dan Coca-Cola Zero Sugar, pada saat kedatangan di konferensi pers, jadi itu pilihan mereka” 

Padahal kalau kita jeli, dimeja yang sama ada merk minuman lain yang bahkan beralkohol yakni Heineken, kenapa tidak yang itu saja ya. Duh, Coca-Cola nasibmu kok begitu amat.

(gigih imanadi darma/gie)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *