Mulai dari Hajar Leher Pakai Kaki Hingga Hampir Adu Jotos, 2 Laga Uji Coba Klub Liga 1 Diwarnai Aksi Kekerasan | Bolaindo

  • Bagikan



Sepakbola Indonesia kembali tercoreng dengan aksi tidak terpuji yang ditunjukkan beberapa pemain Liga 1 dalam dua laga uji coba.

Liga 1 2021 masih belum akan dimulai dalam satu bulan ke depan.

Rencananya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI baru akan menggulirkan liga pada 10 Juli 2021.

Namun, di tengah kondisi kompetisi yang masih vakum, sepakbola Indonesia justru tercoreng dengan aksi-aksi kekerasan yang ditunjukkan sejumlah pemain.

Aksi kekerasan itu tampak dalam dua laga uji coba klub-klub Liga 1 yang digelar dalam tiga hari terakhir.

Adapun klub-klub yang bertanding adalah Persib Bandung melawan Tira Persikabo (12/6/2021) dan Pesipura Jayapura melawan Persita Tangerang (13/6/2021).

Pada laga uji coba TOPNEWS.MY.ID Persib Bandung dan Tira Persikabo, aksi kekerasan ditunjukkan oleh bek Laskar Padjadjaran, Gilang Ginarsa.

Ketika laga baru memasuki menit ke-40, Gilang tampak melakukan pelanggaran keras terhadap striker Persib, Frets Butuan.

Ketika Frets melakukan pergerakan di area penalti Tira Persikabo, Gilang mencoba mengangkat kakinya untuk menghalau bola.

Akan tetapi, kaki Gilang terlalu tinggi hingga menghajar leher Frets Butuan.

Wasit yang memimpin pertandingan langsung mengambil tindakan tegas dengan memberi kartu merah kepada Gilang.

Video tendangan melayang Gilang pun sempat viral di media sosial hingga sang pemain harus menggembok akun Instagram pribadinya.

Sementara itu, aksi kekerasan dipertontonkan oleh pemain Persita Tangerang dan Persipura Jayapura pada Minggu (13/6/2021).

Bermain di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Persipura dan Persita menampilkan permainan yang keras cenderung kasar.

Pada menit ke-32, bek Persita menekel keras pemain Persipura dengan kedua kakinya.

Aksi itu menyulut kemarahan salah seorang pemain Mutiara Hitam yang langsung mendorong pemain lawan.

Meski berhasil dilerai, intesitas pertandingan semakin panas hingga babak kedua.

Puncaknya terjadi pada menit ke-67 saat para pemain Persipura dan Persita terlibat saling tekel.

Hal itu memicu kemarahan para pemain yang ada di bangku cadangan sehingga kericuhan pun pecah.

Karena aksi kekerasan ini, wasit dan perangkat pertandingan lain memutuskan untuk menghentikan laga pada menit ke-70.

Seusai pertandingan, pelatih Persipura, Jacksen F Tiago mengecam kejadian tersebut.

Pelatih asal Brasil itu meminta kedua tim melakukan instropeksi agar ke depannya hal serupa tak terulang lagi.

“Sekelas AFC, perbuatan tadi kita akan didiskualifikasi,” kata Jacksen, dilansir BolaSport.com dari Instagram resmi klub Persipura.

“Kita semua mempunyai mimpi untuk mendapatkan prestasi tertinggi.”

“Bersama kita instropeksi diri untuk mencapai mimpi kita bersama,” tuturnya.

Di sisi lain, manajer Persita Tangerang, I Nyoman Suryanthara, menyebut kalau kejadian itu bermula dari salah paham.

Hanya saja permasalahan itu sudah bisa diselesaikan di luar lapangan sehingga tidak menjadi konflik berkelanjutan.

“Dalam permainan sepak bola, tensi meninggi itu wajar,” kata I Nyoman Suryanthara, dalam sebuah rilisan yang diterima BolaSport.com, Minggu (13/6/2021).

“Tapi tadi keputusan itu memang serentak kita ambil.”

“Dari manajemen Persipura dan Persita untuk menghentikan pertandingan karena kami tidak ingin permainan ini ternodai dengan hal-hal yang memicu emosional kedua belah pihak,” ujarnya.

“Sempat terjadi kesalahpahaman tapi semua tetap terkendali dan bisa diselesaikan dengan baik,” ucap I Nyoman Suryanthara.

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *