Kemarin, varian COVID-19 India hingga gangguan prostat

  • Bagikan
Kemarin, varian COVID-19 India hingga gangguan prostat


Jakarta (TOPNEWS.MY.ID) – Sejumlah berita Minggu (11/6), humaniora kemarin masih menarik untuk disimak, mulai dari varian COVID-19 India hingga gangguan prostat.

Berikut berita-berita tersebut:

– Ganjar: Temuan varian COVID-19 India di Kudus yang pertama di Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan bahwa temuan virus varian baru COVID-19 dari India di Kabupaten Kudus merupakan yang pertama di Jateng, sehingga harus menjadi kewaspadaan semua orang karena penularannya sangat cepat.

– Vaksinasi COVID-19 sudah mencakup 20,1 juta lebih penduduk Indonesia

Vaksinasi COVID-19 sudah mencakup 20,1 juta lebih penduduk Indonesia menurut data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pada Minggu siang.

– Pakar : Pendidikan harus bisa melihat kelebihan manusia

Pakar aliansi kebangsaan Yudi Latif mengatakan pendidikan harus bisa melihat kelebihan manusia dibandingkan dengan mesin sehingga dapat bersaing pada era disrupsi.

– Guru Besar FIB UI Prof. Dr. Toeti Heraty Noerhadi tutup usia

Guru Besar purnabakti Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Toeti Heraty Noerhadi binti R. Roosseno meninggal dunia pada Minggu, 13 Juni 2021, pukul 05.10 WIB. Ia menutup mata di usia 87 tahun.

– Gangguan prostat bisa pengaruhi kehidupan seksual pria

Gangguan pembesaran prostat atau benign prostate hyperplasia (BPH) pada pria tidak berkorelasi langsung dengan kemandulan selama sperma masih bagus dan ada hasrat untuk berhubungan seksual/intim dengan pasangan, maka peluang mendapat keturunan tetap ada, kata Dokter Spesialis Urologi RSUD dr. Iskak, dr. Ryan Akhmad Adhi Saputra, Sp. U, Minggu.

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © TOPNEWS.MY.ID 2021

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *