Kejadian di Sragen! Ayah Rekam Putrinya Lagi Mandi Buat Bahan masturbasinya

  • Bagikan


 Seorang pria berinisial SP (40) warga Sragen, Jawa Tengah, diringkus polisi seusai menghamili keponakannya, R (16).

Setelah diringkus polisi, SP mengungkap pengakuan mengejutkan di hadapan polisi.

Menurut Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, selain menghamili keponakan, pelaku juga kerap mengintip dan merekam anaknya mandi.

Padahal, anak pelaku, I (16), juga merupakan teman main korban

Selain merekam anaknya mandi, pelaku juga kerap menjadikan anaknya objek onani saat tengah tidur.

Mendengar pengakuan mengejutkan itu, polisi pun melakukan tes kejiwaan terhadap bapak satu anak tersebut.

“Kita
akan melengkapi berkas pemeriksaan dengan test kejiwaan juga karena ini
merupakan suatu hal yang sangat-sangat aneh,” jelas Yuswanto, dikutip
dari TribunJateng.com, Kamis (2021).

“Tapi yang bersangkutan
menyampaikan bahwa ketika melakukan hal tersebut dilakukan dengan sadar
sesadar-sadarnya sehingga kasus ini bisa berlanjut.”

Sementara itu, korban R merupakan seorang anak yatim yang kini tinggal bersama neneknya.

Ayah R sudah lama meninggal dunia, sedangkan ibunya sudah menikah lagi dan kini bekerja sebagai TKW.

Yuswanto menyebut, aksi bejat pelaku berlangsung setelah kematian ayah korban.

Kala itu, korban masih duduk di bangku kelas 6 SD.

“Persetubuhan
awal dilakukan ketika R berusia sekitar 13 yakni ketika kelas 6 SD
dilakukan di kamar mandi dengan sejumlah ancaman,” jelasnya.

Korban Hamil

Yuswanto menjelaskan, sejak pencabulan pertama, korban selalu menjadi sasaran pelampiasan nafsu sang paman.

Bahkan, aksi bejat pelaku sudah dilakukan berkali-kali sampai tak terhitung.

“Selain
disetubuhi, juga dicabuli berkali-kali, bahkan tidak terhitung,” kata
Yuswanto, dikutip dari TribunSolo.com, Kamis (10/6/2021).

Korban, kata Yuswanto, terakhir dirudapaksa pelaku pada Minggu (2021).

Saat itu, pelaku mengajak korban membeli kaca helm.

Namun, di tengah jalan pelaku justru kembali merudapaksa korban.

“Sampai di tengah jalan yang dikelilingi sawah yang luas, korban kembali disetubuhi pamannya,” tutur Yuswanto.

Perbuatan pelaku terbongkar saat korban merasakan sakit perut pada 2 Mei 2021 lalu.

Setelah diperiksa, ternyata korban sudah hamil 17 minggu.

“Setelah periksa ke puskesmas, diketahui bahwa korban R telah hamil, dan kandungannya memasuki usia 17 minggu,” sambungnya.

Sosok Pelaku

SP merupakan warga Kecamatan/Kabupaten Sragen.

Sehari-hari ia bekerja sebagai petani dan buruh serabutan.

SP merupakan bapak satu anak yang sudah lama ditinggal istri menjadi TKW.

AKBP Yuswanto mengatakan SP melakukan perbuatan bejat itu dalam keadaan sadar.

“Menurut pengakuan tersangka sendiri, perbuatan tersebut dilakukan dengan sadar, sesadar-sadarnya,” jelas Yuswanto.

Untuk mengungkap kasus ini, polisi bahkan sempat memeriksa kejiwaan pelaku.

Namun, hasil pemeriksaan menujukkan kejiwaan pelaku dalam kondisi normal.

“Berkas
pemeriksaan juga dilengkapi dengan tes kejiwaan, karena perbuatan
pelaku ini tidak wajar, hasilnya ya normal, sehingga bisa sampai
penyelidikan,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, SP dijerat dengan
Pasal 81 ayat 1 dan 2 subsider pasal 82 ayat 1 dan 2 Jo pasal 76 E
Undang-Undang Perlindungan Anak.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *