Pajak Malam Pertama

  • Bagikan
alexametrics


Malam pertamamu buatlah tak ternilai agar bebas dari pajak pertambahan nilai.

TUJUH purnama sebelum Pendekar Bra merayu Sastrajendra agar kembali ke dunia persilatan. Tujuh rembulan bundar sebelum pendekar muda melalui Tingting Bocah anak angkat Sastra itu membujuk Sastra agar kembali bersilat. Saat ia kembali bertakhta sebagai orang nomor wahid dunia rawan tersebut, saat itu Bra selaku penantangnya akan bertambah martabatnya.

Martabatnya, lho, ya, bukan nilainya. Kalau yang bertambah nilainya, gawat! Nanti bisa dikenai pajak pertambahan nilai. Sekarang jagabaya yang merangkap sebagai pemulung pajak sedang mengintai di mana-mana. Para pengantin baru yang cintanya bernilai pun tak luput dari cengkeraman pajak pertambahan nilai. Itu sebabnya para bucin kini berlomba-lomba agar cintanya tak ternilai. Petani dan pedagang terinspirasi itu. Mereka berlomba-lomba agar sembakonya tak ternilai laksana cinta.

***

Langit tak ternilai saat itu. Rintik hujan sedikit ada. Terasa, tapi tak ternilai.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *