Hasil Survei Tinggi, Politisi PDIP: Ganjar Bukan Elite Partai Penentu Keputusan

  • Bagikan
Hasil Survei Tinggi, Politisi PDIP: Ganjar Bukan Elite Partai Penentu Keputusan


TOPNEWS.MY.ID, Politisi PDIP Andreas Hugo Pareira bersikap datar ketika menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menempatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di tiga besar calon presiden populer.

Hugo mengatakan, Ganjar tak dipungkiri memiliki popularitas tinggi dibanding elite PDIP lainnya. Namun, Ganjar bukanlah elite partai penentu keputusan. 

“Pak Ganjar kalau kita lihat memang bertolak belakang dengan Pak Prabowo. Pak Prabowo akan lebih mudah memperoleh tiket karena beliau Ketua Umum Parpol sementara Pak Ganjar bukan elite partai yang bisa menentukan dirinya sendiri. Di sini memang tantangannya,” ujarnya saat menjadi penanggap dalam rilis survei SMRC, Minggu (13/6/2021). 

Meski begitu, dia tak menampik kuatnya dukungan publik pada Ganjar. Itu terpotret dari hasil survei yang selalu menempatkan Ganjar pada 3 besar Capres pilihan masyarakat. 

“Tapi ya kita lihat bahwa publik memberi apresiasi dan dukungan yang cenderung cukup baik pada hari ini terutama berkaitan dengan aspek kedisukaan sehingga memang perlu Pak Ganjar untuk lebih banyak dikenal,” ujarnya. 

Dia juga mengatakan bahwa dari sisi luasan popularitas Ganjar, Gubernur Jawa Tengah itu masih dikenal luas di wilayah perkotaan Jawa Tengah. Sementara di pelosok negeri, Ganjar sejatinya masih kalah jauh dibanding Prabowo Subianto atau bahkan Sandiaga Uno. 

“Di beberapa survei lain juga bahwa tingkat kedikenalan Pak Ganjar ini masih berkisar di sekitar Jawa Tengah. Sementara di desa-desa atau di pedalaman Pak Ganjar belum dikenal bila dibandingkan dengan Pak Prabowo, Ridwan Kamil bahkan dengan Pak Sandi Uno,” katanya. 

Dia mengatakan, harus diakui bahwa pola pengambilan keputusan di semua partai politik sejatinya masih berada di tangan ketua umum sebagai penentu. Keputusan Ketum Parpol akan menentukan arah tiket dukungan bagi figur Capres. 

“Di PDIP oleh ibu Megawati karena memang diatur dalam AD/ART partai (PDIP) bahwa Ketum itu punya hak prerogatif untuk memutuskan hal-hal yang sangat strategis yang berkaitan dengan kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.[]



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *