Extended House, Akali Bidang Tanah Segitiga

  • Bagikan


Pemilik rumah ingin memperluas bangunan. Lahan perluasan berbentuk segitiga. Aksa Partners berkreasi dengan mengikuti bentuk bidang tanah.

BIDANG tanah milik Dina Rostianah terbilang cukup luas, 153 meter persegi. Namun, bentuknya trapesium dan menyempit di belakang. Alhasil, halamannya jauh lebih besar daripada bangunan awal yang seukuran tipe 36.

”Kenapa dulu mau tanah ini, karena rumah sebelumnya tanahnya siku juga,” tutur Dina saat dijumpai Kamis (10/6). Dina membutuhkan lebih banyak ruang di rumah tersebut. Akhirnya, dibantu tim arsitektur Aksa Partners, bidang tanah segitiga itu ”disulap” menjadi rumah yang lebih luas.

Bagian depannya terlihat memanjang. Panjangnya mencapai 12–13 meter, sementara di belakang hanya 4–5 meter. Tambahan bangunan baru sengaja dibentuk miring diagonal mengikuti bentuk bidang tanah. ”Fungsi bangunan baru sebagai ruang aktif, yaitu ruang keluarga dan ruang tamu yang menyatu, sehingga dapat dijadikan spot berkumpul yang lebih luas,” papar arsitek muda Aksa Partners, Nantongga Badar Esa.

Bersambung ke belakang, ada dapur dengan minibar. Ruang tamu bawaan developer dialihfungsikan menjadi kamar tidur. Sementara itu, ruang di belakang minibar difungsikan sebagai musala. Demi mengurangi kesan terkotak-kotak, batas TOPNEWS.MY.ID dapur dan musala itu hanya berupa tembok setinggi 1,8 meter.

RUANG AKTIF: Extended House dengan tampilan muka arah diagonal. Bangunan tambahan terdiri atas ruang tamu sekaligus ruang keluarga, kamar, musala, serta area hijau. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Sedangkan TOPNEWS.MY.ID ruang tamu, dapur, dan kamar hanya ”dibatasi” dengan perbedaan pola lantai. Ruang tamu menggunakan granit abu-abu, area kamar lantainya vinyl bermotif kayu, dan minibar beralas conwood.

Angga, sapaan Nantongga Badar Esa, menjelaskan bahwa meminimalkan partisi akan memudahkan cahaya alami masuk ke rumah. Untuk memaksimalkan cahaya, Aksa Partners membuat taman artifisial di sebelah dapur. Bagian atas taman dilindungi dengan akrilik bening sehingga cahaya matahari bisa lolos ke dapur, ruang tamu, dan musala sekaligus.

Kemudian, ”jendela” ruang tamu juga dibuat berupa folding door atau pintu lipat yang lebar. Selain memaksimalkan cahaya yang masuk, ketika dibuka berfungsi memperluas area ruang tamu dan menghubungkannya langsung ke taman. Folding door juga diterapkan pada musala yang berbatasan dengan taman belakang.

RUANG AKTIF: Extended House dengan tampilan muka arah diagonal. Bangunan tambahan terdiri atas ruang tamu sekaligus ruang keluarga, kamar, musala, serta area hijau. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Penggunaan warna cat dominan putih dan abu-abu muda memberi kesan ruangan lebih luas. Selain itu, pintu dibuat slide alih-alih pintu engsel. Baik pintu depan maupun pintu-pintu kamar. ’’Karena kalau pakai pintu biasa, otomatis butuh space lebih besar,” lanjut Angga.


HIGHLIGHTS

RUANG AKTIF: Extended House dengan tampilan muka arah diagonal. Bangunan tambahan terdiri atas ruang tamu sekaligus ruang keluarga, kamar, musala, serta area hijau. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

  • Bangunan rumah tambahan tidak menggunakan plafon, tetapi dari dak agar ruangan lebih tinggi.
  • Ada space khusus di samping bangunan baru sebagai akses langsung ke dapur tanpa melalui pintu utama.
  • Ruang tamu menggunakan langit-langit berlevel dengan lampu sisipan untuk memberikan kesan berbeda dari ruangan lainnya.
  • Dengan pelebaran rumah, garasi juga semakin luas dan bisa diisi dua mobil.

EXTENDED HOUSE

RUANG AKTIF: Extended House dengan tampilan muka arah diagonal. Bangunan tambahan terdiri atas ruang tamu sekaligus ruang keluarga, kamar, musala, serta area hijau. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

  • Luas tanah: 153 meter persegi
  • Luas bangunan: 94 meter persegi
  • Arsitek: Nantongga Badar Esa ST
  • Tim: Dewa Argya Rachman ST, Airlangga ST, Muhammad Taufiqul Rachman SE
  • Lokasi: Bogor, Jawa Barat



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *