Puji NU, Ulama Yaman: Gaungnya Terdengar ke Seantero Dunia, Berjihad Mendakwahkan Islam yang Moderat

  • Bagikan
Ulama Yaman


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Seorang ulama asal Yaman, DR (HC) Syekh Al-Habib Abu Bakar Al-Adni, memuji Nahdlatul Ulama (NU) dan model perjuangan Islam di Indonesia yang utamanya dalam mendidik kedewasaan masyarakat dalam pemahaman agama.

Menurut Syekh Al-Habib Abu Bakar Al-Adni, Islam di Indonesia secara umum sudah berada di jalur yang benar.

Untuk itu, ia memuji strategi dakwah organisasi semacam NU dalam memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia.


Baca Juga: Geger Masjid Muhammadiyah Akan Didirikan, Warga NU Protes Keras: Sangat…

Baginya, Islam sebagaimana yang berkembang di Indonesia inilah yang sebenarnya dibutuhkan di berbagai belahan dunia. 

“Saya telah mendengar adanya organisasi Nahdlatul Ulama ini karena gaungnya telah terdengar ke seantero dunia ini,” ujar Abu Bakar Al-Adni, dikutip TOPNEWS.MY.ID dari nu.or.id pada Sabtu, 12 Juni 2021.


Baca Juga: Marak Pendakwah Hina Nonmuslim, Tokoh NU Kutip Surah Al-Anam: Jangan…

“Saya sangat bersyukur bahwa di Indonesia ini ada organisasi semacam NU yang senantiasa berkomitmen untuk berjihad mendakwahkan Islam yang moderat.”

Abu Bakar Al-Adni menyampaikan hal itu pada acara Kuliah Tamu yang diselenggarakan Pascasarjana Pendidikan Islam dan Hukum Islam Universitas Islam Malang (Unisma). 

Dalam pandangannya, posisi NU yang merdeka dari pengaruh Pemerintah sangatlah strategis.


Baca Juga: Gus Nadir Imbau Santri NU Agar Tak Jadi Buzzer: Mending…

Mengapa? Karena hal itu dinilai akan membuatnya lebih mampu dalam mengawal kinerja Pemerintah dan sekaligus mengayomi masyarakat.

Lebih jauh ia juga memuji realitas pendidikan Islam di Indonesia yang mana masyarakat diperkenankan untuk berperan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Abu Bakar Al-Adni mengaku kagum bahwa kenyataan di Indonesia, NU telah menyelenggarakan dunia pendidikan yang dikelolanya sendiri.

Hal ini, menurutnya, adalah nilai lebih Islam di Indonesia dibandingkan dengan Islam di Timur Tengah.

“Di Timur Tengah tidak ada pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh swasta seperti di Indonesia ini. Semuanya diselenggarakan Pemerintah sehingga setiap tindakan dan pergerakannya diawasi dan dipengaruhi oleh Pemerintah. Dalam hal ini adalah nilai lebih Indonesia daripada Timur Tengah.”

Ia menilai bahwa campur tangan bernuansa kepentingan politik Pemerintah dalam urusan pendidikan berbahaya karena dapat menghilangkan kemerdekaan dalam hal keilmuan.

“Seperti mereduksi makna jihad dan sebagainya. Munculnya gerakan-gerakan Islam ekstrem di Timur Tengah di satu sisi, dan Islam liberal di sisi lain adalah dampak dari hal ini,” urainya.

“Demikian juga berbagai pergolakan di berbagai negara di Timur Tengah, termasuk negara kami, Yaman, juga adalah termasuk dampak dari campur tangan Pemerintah dalam dunia pendidikan,” tandas Abu Bakar Al-Adni.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *