Pekan Depan, Inspektorat Selidiki Dugaan Kerugian Negara di 2 OPD Pemkot Makassar

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Makassar – Kepala Inspektorat Kota Makassar Zainal Ibrahim bakal menyelidiki temuan LHP BPK terhadap Badan Pendapatan Daerah dan Dinas Komunikasi dan Informatika mulai pekan depan.

Temuan BPK pada Bapenda terkait pembayaran insentif pemungutan pajak daerah yang tidak sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 dan Peraturan Wali Kota.

Sementara pada Diskominfo, BPK menemukan kegiatan sewa jaringan CCTV terintegrasi pada tahun anggaran 2020 melebihi nilai HPS yang ditetapkan.


Baca Juga: Bangkitkan Ekonomi Pariwisata, Dispar Makassar dan ASITA Sulsel Ikuti BBTF…

Kelebihan pembayaran sebesar Rp1.800.000,00, tidak sesuai spesifikasi Rp273.000.000,00, dan pemborosan keuangan daerah sebesar Rp584.100.000,00.

Saat ini, Inspektorat tengah meninjau ulang Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah atau RKPD.


Baca Juga: Wali Kota Makassar Komplain ke Mendagri, Orang Covid-19 Bisa Lolos…

“Kalau sudah selesai kita turun
Minggu depan,” kata Zainal, Sabtu, 12 Juni 2021.

Zainal menyebut, BPK meminta kasus 2 OPD tersebut ditindaklanjuti, sebab ada indikasi kerugian negara.

Selain itu, BPK juga memberikan tenggat waktu pendalaman selama 60 hari yang terhitung sejak surat tersebut diajukan.


Baca Juga: Berkunjung ke Makassar, Menko PMK Apresiasi Upaya Pemkot Tekan Laju…

“Sejak diberikan surat tanggal 7, hari Senin,” kata Zainal.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi mengatakan belum bisa menjatuhkan sanksi terhadap 2 OPD tersebut lantaran menunggu pendalaman dari Inspektorat.

“Tunggu investigasi lebih lanjut, karena memang itu inspektorat kembali lagi menyelidiki, kita diberi waktu 60 hari,” kata dia.

Fatma mengatakan ada 16 temuan LHP BPK yang menjadi rekomendasi. Ia mengatakan pembahasan terhadap rekomendasi tersebut sudah selesai.

“Jadi semua sudah dibahas, jadi kalau mau tahu, tanya SKPD terkait, dia sudah menindaklanjuti tidak,” ungkapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *