Golkar Sulsel Akan Rombak Kepengurusan DPD I, Sebagai Menjabat Ketua DPD II

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID – DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) akan melakukan perombakan kepengurusan di internal.

Dari 175 kader yang masuk kepengurusan di bawa kendali Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe, sebagian diantaranya telah menjabat sebagai Ketua DPD II kabupaten/kota.

Mereka adalah, ketua DPD II Golkar kabupaten Gowa, Ambas Syam yang saat ini masih berstatus Ketua Bidang Kerja Sama Ormas, Hubungan Kerjasama Legislatif Eksekutif, Ketua DPD II Golkar Bantaeng, Muhamad Meyrza Farid Arman saat ini masih menjadi Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat


Baca Juga: Wakil Bupati Bantaeng Doakan Meyrza Ikuti Kesuksesan NA di Bantaeng

Selanjutnya ketua DPD II Golkar Sidrap, Zulkifli Zain Wakil Ketua Bidang. Pemenangan Pemilu Sulsel IX (Sidrap, Pinrang, Enrekang), Baso Rahmanuddin  sebagai ketua DPD II Golkar Wajo saat ini masih berstatus Wakil Sekretaris Bidang Kesehatan Masyarakat Golkar Sulsel

Tak hanya itu, nantinya ada beberapa Pengurus DPD I Golkar Sulsel yang diprediksi akan maju di Musda, seperti Wakil Ketua Bidang, Ekonomi Zulkarnain Arif di Takalar, Arifin Junaedi saat ini masih menjadi Wakil Ketua Bidang Koperasi Dan UKM di Luwu Utara dan Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu Sulsel XI (Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Palopo) Taqwa Muller di Luwu Timur.  


Baca Juga: Golkar Sulsel Gelar Uji Kelayakan Untuk Balon Ketua DPD II…

Wakil Sekretaris Komunikasi Publik DPD I Golkar Sulsel, Zulham Arief mengatakan memang ada beberapa pengurus provinsi menjadi ketua DPD II. 

Tapi terpilihnya sebagai nahkoda di kabupaten itu otomatis dia tidak menjadi pengurus DPD I lagi. 

“Secara otomatis sebenarnya yang bersangkutan tidak menjadi pengurus DPD I lagi, kalau akan ada revitalisasi ya seharusnya demikian,” katanya, Rabu 9 Juni 2021.


Baca Juga: Maju di Musda Golkar Enrekang, Muslimin Bando Butuh Diskresi

Dirinya menyebutkan beberapa pengurus yang strategi saat ini sementara di carikan siapa yang akan menjadi penggantinya. Namun menunggu beberapa daerah lain untuk menyelesaikan Musda, karena kata dia masih ada Tana Toraja, Luwu Timur, Luwu Utara, Sinjai, Barru, Enrekang, Bulukumba, Takalar, Palopo dan Parepare

“Setelah Musda baru kita tahu yang mana-mana saja yang kosong,” ujarnya.

Tak hanya itu, pengurus yang menjadi ketua DPD II yang akan diganti, tapi kader yang tidak aktif selama walikota Parepare dua periode tersebut menahkodai partai berlambang pohon beringin. 

“Termasuk beberapa posisi pengurus yang kurang aktif dan bahkan tidak menandatangani pakta integritas,” bebernya. 

“Jadi memang ada beberapa pengurus yang belum tanda tangan dan belum pernah lapor dan menghadap ke pak ketua (Taufan Pawe) dan itu pasti akan di evaluasi,” lanjutnya.

Dari 175 pengurus tersebut, Golkar Sulsel berwacana akan menyederhanakan dan merampingkan sebagai mungkin pengurus DPD I, apalagi mereka akan bekerja demi memenangkan perhelatan Pemilu 2024 nanti. 

“Mungkin struktur ini butuh penyederhanaan dan perampingan. Yang  bisa disederhanakan di gabungkan maksudnya dan itu sebenarnya jangan terlalu gemuk,” pungkasnya. 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan