APOA Mulai Disosialisasikan oleh Kantor Imigrasi Palu untuk Pantau Kegiatan WNA

  • Bagikan
APOA Mulai Disosialisasikan oleh Kantor Imigrasi Palu untuk Pantau Kegiatan WNA


TOPNEWS.MY.ID, Kantor Imigrasi Kelas I TPI mulai sosialisasikan penggunaan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) sebagai upaya pemantauan kegiatan WNA di Provinsi SulTeng.

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sulteng Ari Try di hadapan peserta kegiatan yang dipusatkan di Hotel Palu Golden Palu, Rabu, mengatakan aplikasi itu untuk memantau para pendatang dari luar negeri agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Aplikasi ini, kata dia, wajib dimiliki oleh pihak hotel dan penginapan, bahkan perusahaan dan pribadi.

Masyarakat umum juga diharapkan dapat melaporkan setiap orang asing yang ada di wilayahnya dengan menggunakan aplikasi tersebut.

Dengan demikian, pihak Imigrasi sejak dini sudah mendapatkan data orang asing di daerah itu sehingga mudah menindaklanjutinya jika terjadi persoalan.

Ia mengatakan begitu orang tersebut masuk aplikasi yang ada di hotel, perusahaan, penginapan, dan masyarakat langsung masuk peladen Imigrasi.

“Cara ini lebih mudah melaporkan. Aplikasi ini mampu memantau apa saja kegiatan hukum selama di Indonesia dan keluar dari Indonesia,” kata Ary Tri.

Dia juga menambahkan aplikasi ini juga bermanfaat memantau orang asing agar tak meresahkan warga.

“Kalau ada orang asing yang mobilitas kan perlu dipantau pergerakannya misalnya dia wisata dan bekerja,” katanya.

Manager Hotel Palu Golden Umbu menyambut positif penerapan APAO yang diluncurkan pihak Imigrasi Palu tersebut karena membantu jajaran Imigrasi dalam mengetahui keberadaan orang asing sejak kedatangan mereka di suatu daerah.

Ketika ada orang asing datang dan menginap di hotel atau penginapan, katanya, datanya sudah masuk dalam aplikasi yang secara langsung terinterkoneksi dengan peladen di kantor Imigrasi setempat.

“Dan ini dilalukan setiap saat. Pokoknya begitu ada orang asing menginap, pihak hotel yang memasukkan datanya ke aplikasi APAO,” kata dia.

Oleh karena aplikasi itu terbilang baru, katanya, perlu gencar disosialisakan kepada semua pihak terkait, termasuk masyarakat luas agar segera mengetahuinya.[]



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *