Kongkalikong Korupsi di DKI – AIMAN (1)



KOMPASTV – Dugaan korupsi pembelian lahan Pemprov DKI Jakarta, muncul lagi. Setelah pernah ramai di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kini, modus serupa dan “pemain” yang ditengarai sama, juga andil di proyek pembelian lahan untuk bank tanah era Gubernur Anies Baswedan. Negara diperkirakan mengalami kerugian ratusan miliar rupiah.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun bergerak. Tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Dirut BUMD, PT Pembangunan Sarana Jaya, Yoori Pinontoan, sebagai pihak pembeli dan dua direktur PT Adonara, Anja Runtuwene dan Tommy Adrian, sebagai pihak penjual, yang belakangan diketahui sebagai “Makelar Tanah”. Satu hal yang menarik, dalam pemeriksaan KPK, tersebutlah nama Rudi Haryono Iskandar. Rudi adalah suami Anja Runtuwene. Rudi dikenal sebagai “makelar langganan” penyedia lahan bagi proyek Pemprov DKI. Nama Rudi muncul saat kasus dugaan korupsi pembelian lahan di Cengkareng era Gubernur Ahok tahu 2015 lalu.

Semua berawal dari pembelian 4,2 haktare tanah di Kawasan Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur oleh Sarana Jaya dari PT Adanaro. Sarana Jaya menangani beberapa proyek Pemprov DKI yang membutuhkan penyediaan lahan. Situasi menjadi pelik, karena pembelian tanah diduga digelembungkan (mark-up). Untuk tanah di Pondok Ranggon ini, harga asli dari si pemilik, sebuah Yayasan Kesusteran, adalah 2,5 juta rupiah per meter persegi. Tanah ini kemudian dijual ke PT Adonara. PT Adonara kemudian menjual kepada Sarana Jaya sebesar 5,2 juta rupiah per meter persegi. Diduga, kongkalikong terjadi saat proses pembelian. Yayasan Kesusteran merasa masih memiliki tanah, karena PT Adonara belum melakukan pelunasan. Pun, beberapa karyawan Sarana Jaya yang melaporkan dugaan korupsi ini ke KPK, malah diteror dan dilaporkan balik ke polisi. Aiman mengungkap soal kejanggalan ini!

Jurnalis Kompas TV, Aiman Witjaksono, menelusuri sengkarut pembelian tanah yang melibatkan BUMD DKI Jakarta. Aiman mendatangi lokasi dugaan lahan bermasalah di Pondok Ranggon. Apakah lokasi lahan ideal untuk bank tanah DKI?

Aiman juga mendatangi Haris Azhar, yang menjadi pengacara pembongkar kasus korupsi lahan DKI, dan menemui fakta bahwa ada “pemain lama” dan oknum pejabat terkait pembelian lahan DKI. Terakhir, Aiman menemui Boyamin Saiman, Koordinator MAKI, yang akan terus menggugat praperadilan kasus lahan Cengkareng di era Gubernur Ahok hingga 100 kali sekalipun. Boyamin mengklaim memiliki bukti otentik terkait hubungan TOPNEWS.MY.ID dua kasus dugaan korupsi lahan di era Gubernur Ahok dan Gubernur Anies, yang khusus akan diungkapnya di program AIMAN.

https://www.youtube.com/watch?v=bF6qz3tDu7w

Respon (45)

  1. Tunggu anis ada hidopada mati n quburan tempt kita menanti. Klo hidop dpt rido ilahi mk penantian ahirat kita dirahmati. Tp kloklo hdp kita tak dirahmati penantian kita tersakiti dl alm barzah. Ngeri ngeri ngeri. Di dunia kencing toharohx kurang bersih dialam qubur disiksa. Apa lg yg gk dpt rido ilahi spt apa siksaan dlm qubur

  2. Sangat tidak adil dan PATUT DIPERTANYAKAN . Pemberitaan yg tidak berkualitas, seharusnya yang di tampilkan ANIS BASWEDAN karena sedang menjabat gubernur, justru yg sudah tidak menjabat yg di tampilkan, ADA APA YA ??? Apa karena ANIS dekat dengan tv one ???

  3. Rumah DP Nol rupiah udah kaya iklan investasi bodong? SULAP FORMULA E BALAPAN GAK ADA, POHON MONAS JUGA GAK ADA, DUIT NEGARA GAK NGERTI KEMANA??? 😂 😂 😂 BAMBU AJA DI KEPANGIN BOONG IN NEGARA!!! TOA BUAT BANJIR ASAL JADI DUIT, NGARTI ORA SON 🤣🤣🤣

  4. Itu sih bukan korupsi tapi kelebihan bayar kan bukan korupsi. Kaya Damkar itu nyatanya bukan korupsi tapi kelebihan membayarnya.. tapi kelebihan itu kalau tdk ketahuan embat juga. Siapa yg ngajarin begii ni…? kalau ini namanya bukan. korupsi …. Coba tanya TGUPP. nya DKI.

  5. kaga bakalan punah korupsi d negri kita ini karna ada pakultasnya kejurusan korupsi..bisa punah anjing2 yang maling duit negara kongkalingkong.tegakkan hukum mati bigi yang korupsi BERES. percuma banyak bocot juga sampai berbusa mulut nya kaga bakan punah korosi d negri kita ini.

  6. Yaah….koropsi 2 lagiiii…kpnnnn…sih para koroptor tu dihukum matiiii…. para pejabt pada tk tau malu.. malah meraja lella…berjama "ahhh… ni orang pinggiran….udah muaakkk…buannget ..lihat.. para wajah 2 pra pjabat yg koroptorrrt….hayooo…terap kan ajaa…hukumann….matiii…..biarrr.kuaaaapooookkkk…..

Tinggalkan Balasan