Total Caps Starting XI Indonesia vs Thailand 36, 25 Milik Evan Dimas

  • Bagikan
Libero.id


“Bukti betapa skuad Shin Tae-yong masih sangat muda.”

TOPNEWS.MY.ID – Total caps atau jumlah bermain untuk timnas Indonesia terutama starting XI sebelum lawan Thailand adalah 36. Itupun 25 di antaranya milik seorang Evan Dimas.

Artinya, total caps 10 pemain lainnya hanya berjumlah 11 caps. Bahkan sebelum laga ujicoba lawan Afghanistan dan Oman, hanya ada 8 pemain yang memiliki caps.

Berikut adalah rincian caps starting line up setelah lawan Thailand. Bagaimana caps sebelum lawan Thailand? Tentu dengan hanya mengurangi dengan 1 angka.

Nadeo Argawinata 9 March 1997 (age 24) Caps 2

Rizky Ridho 24 June 2001 (age 19) 2
Pratama Arhan 21 December 2001 (age 19) 2
Arif Satria 17 September 1995 (age 25) 1
Asnawi Mangkualam 4 October 1999 (age 21) 3

Evan Dimas (Captain) 13 March 1995 (age 26) 26
Witan Sulaeman 8 October 2001 (age 19) 2
Syahrian Abimanyu 25 April 1999 (age 22) 2
Kadek Agung 25 June 1998 (age 22) 2

Kushedya Hari Yudo 6 July 1993 (age 27) 2
Egy Maulana 7 July 2000 (age 20) 3

“Kita semua ketahui hanya satu orang, Evan Dimas, yang memiliki pengalaman pertandingan internasional selain itu tidak ada, tetapi pada akhirnya mereka semua bekerja keras. Jadi untuk itu, saya memberikan tepuk tangan kepada para pemain karena sudah bermain sangat baik melawan Thailand,” kata Shin Tae-yong usai laga lawan Thailand.

Sementara itu, Evan Dimas mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya kepada timnas dan dirinya dapat bermain penuh serta mencetak gol. “Kita tadi di dalam lapangan sangat bekerja keras, saya mungkin tidak akan bisa menjadi man of the match kalau tidak ada bantuan dari pelatih, ataupun teman-teman yang lain. Tapi kita jangan terlalu berpuas, karena masih ada dua pertandingan lagi, kita harus fokus menatap kedepan.

Berikut ini 8 pemain asuhan Tae-yong yang memiliki minimal 1 caps untuk timnas senior Indonesia sebelum laga vs Afghanistan, Oman dan Thailand.

1. Yanto Basna ( caps 14, gol 0)

Pemain belakang PT Prachuap di Thai League 1 itu sudah bermain di timnas senior sejak 2016 ketika tampil di Piala AFF 2016. Saat itu, dia membantu Indonesia mencapai final, tapi dikalahkan Thailand. Basna bermain di tiga laga grup berduet dengan Fachrudin Ariyanto.

Basna juga bermain di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Bahkan, dia bermain saat melawan Malaysia sebagai kapten. Sayang, pemain asal Papua itu tampil buruk dan melakukan kesalahan sehingga mendapat kecaman dari pendukung Merah-Putih.

“Saya menerima penolakan tiga pemain senior untuk ikut prescon dan menjadi kapten karena beban. Akhirnya saya pilih Yanto. Dia bilang, ‘oke saya siap Coach’. Tidak ada yang mau, terus siapa dong?” kata Caretaker timnas saat itu, Yeyen Tumena, tentang alasan menunjuk Basna sebagai kapten, dalam wawancara di akun Youtube T10 TV.

“Yanto berani karena dia main di luar. Dia tidak peduli. Tidak pernah dengar netizens memaki dia. Dia pede, ‘tidak apa-apa coach, saya maju’. Jadi, saya pilih dia,” tambah mantan pemain PSSI Primavera itu.

2. Andy Setyo (caps 1, gol 0)

Andy Setyo adalah kapten Persikabo 1973. Dia anggota TNI-AD dan lulusan timnas U-19 di SEA Games 2019. Debutnya untuk untuk timnas senior terjadi pada 25 November 2017 dalam pertandingan persahabatan melawan Guyana. Saat itu, Luis Milla menjadi pelatih.

3. Asnawi Mangkualam (caps 1, gol 0)

Kredit: instagram.com/asnawi_bhr

Masih berusia 21 tahun, Asnawi Mangkualam sedang menjadi buah bibir akibat penampilan bagus bersama Ansan Greeners di K League 2. Mantan pemain PSM Makassar itu dinilai lebih matang saat ini. Di Negeri Ginseng, dia tidak lagi bermain di kanan belakang atau gelandang bertahan, melainkan penyerang sayap.

Kepergian putra Bahar Muharram itu ke Korea Selatan merupakan rekomendasi langsung Tae-yong. Bahkan, sang pelatih langsung menitipkan Asnawi kepada Pelatih Ansan, Kim Gil-sik.

Untuk timnas, Asnawi sudah membela Indonesia sejak U-16, U-19, hingga U-23. Dia ikut SEA Games 2017 dan 2019 serta Piala AFF U-22 2019. Sebut seniornya terjadi pada 21 Maret 2017. Dia masuk sebagai pemain pengganti saat pertandingan persahabatan melawan Myanmar. Dia memecahkan rekor pemain termuda dengan caps senior internasional untuk Indonesia, pada usia 17 tahun 167 hari.

4. Ryuji Utomo (caps 1, gol 0)

Ryuji Utomo adalah pemain Persija Jakarta yang sedang dipinjamkan ke Penang FC di Liga Super Malaysia. Bek tengah yang bisa bermain sebagai gelandang bertahan tersebut menjadi bagian dari skuad U-23 di SEA Games 2017. Setelah bermain 13 kali untuk tim junior, Ryuji menjalani debut senior pada 21 Maret 2017 melawan Myanmar.

5. Evan Dimas (caps 24, gol 4)

Evan Dimas menjadi pemain “paling senior” di timnas saat ini. Bukan dari segi usia karena dia baru 24 tahun, sementara Marc Klok 28 tahun. Tapi, dari jam terbang di ajang internasional level senior. Pasalnya, lulusan timnas U-19 asuhan Indra Sjafri itu sudah bermain 24 kali dengan 4 gol.

Debut pemain Bhayangkara FC itu untuk skuad senior terjadi pada 11 November 2014 dalam pertandingan persahabatan tidak resmi melawan Timor Leste. Di laga itu, Evan mencetak gol.

Sementara debut internasional resminya tercipta pada 28 November 2014. Ketika itu, Indonesia menggelar pertandingan persahabatan melawan Laos. Mantan pemain Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta tersebut langsung mencetak gol internasional pertamanya dan membuat assist.

6. Adam Alis (caps 2, gol 0)

Adam Alis menjadi bagian dari skuad U-23 di SEA Games 2015. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 8 Juni 2017, gelandang Bhayangkara FC tersebut baru mendapatkan kesempatan menjalani debut senior versus Kamboja. Meski punya 2 caps, Adam termasuk pemain yang jarang dipanggil ke timnas senior oleh pelatih-pelatih sebelumnya.

7. Osvaldo Haay (caps 5, gol 1)

Libero.id

Kredit: instagram.com/valdo_haay

Osvaldo Haay adalah pahlawan Timnas U-23 ketika meraih medali perak di SEA Games 2019. Dia juga menjadi bintang saat timnas U-22 menjuarai Piala AFF U-22 2019. Gol pemain asal papua keturunan Banyuwangi tersebut di final membuat Indonesia mengalahkan Thailand.

Sukses di level junior membuat Osvaldo mendapatkan panggilan ke timnas senior. Debut mantan pemain Persipura Jayapura itu terjadi pada 21 Maret 2017 melawan Myanmar. Kemudian, pada 4 Desember 2017, Osvaldo mencetak gol intermaisonal perdana saat berujicoba melawan Mongolia.

8. Egy Maulana Vikri (caps 1, gol 0)

Libero.id

Kredit: instagram.com/egymaulanavikri

Egy Maulana Vikri bermain untuk Indonesia di seluruh level junior sejak U-14, U-16, U-19, hingga U-23. Pemain Lechia Gdansk itu mencuri perhatian saat Indonesia U-19 tampil di Toulon Tournament 2017 di Prancis. Penampilan yang mengesankan membuat Egy mendapatkan penghargaan Breakthrough Player of the Tournament.

Debut Egy untuk timnas senior terjadi di era Luis Milla. Pada 14 Januari 2018, Indonesia beruji coba dengan Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, di depan 36.220 penonton. Egy masuk menit 84 menggantikan Osvaldo Haay. Tapi, Indonesia kalah 1-4.

Setelah itu, Egy tidak pernah bermain untuk timnas senior, termasuk pada Kualifikasi Piala Dunia 2022. Tapi, dia tetap eksis bermain untuk timnas U-23 di SEA Games 2019 dengan hasil medali perak.

(moneig noor fitria syaharani/mon)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *