25 Momen Bersejarah dalam Pergelaran Euro

  • Bagikan
Libero.id


“Ada kisah tentang golden goal, pemenang ditentukan koin, dan tepuk tangan Viking Thunder Clap dari Islandia.”

TOPNEWS.MY.ID – Sepertinya Euro 2020 akan menjadi turnamen yang paling unik sepanjang sejarah pergelaran kejuraan eropa yang sudah dilaksanakan beberapa edisi tersebut. Tidak hanya karena diselanggarakan di 11 negara, namun situasi serta kondisi sepak bola yang berada di tengah-tengah pandemi menjadi hal yang tidak lumrah.

Laga timnas Italia menghadapi Turki di Stadio Olimpico akan menjadi laga pembuka dan kurang lebih masih ada seminggu lagi untuk menanti turnamen 4 tahunan tersebut resmi dibuka. Oleh karenanya, situs olahraga kenaman asal Inggris, givemesport.com, mencoba untuk membuat rangkuman terkait momen-momen bersejarah dalam pergelaran Euro, mulai dari tahun 1960 hingga 2016.

Tanpa basi-basi lagi, berikut 25 momen bersejarah dalam pergelaran Euro,

25. Gol Ibrahimovic ke gawang Italia pada Euro 2004

Gol Ibrahimovic ke gawang Italia pada Euro 2004

Mungkin satu-satunya pesepakbola yang mampu menggabungkan seni bela diri dengan sepak bola adalah Zlatan Ibrahimovic. Pada Euro 2004, Swedia yang tertinggal satu gol dari Italia berkat tandukan Antonio Cassano di babak pertama mampu membalas lewat penyerang handal mereka, Ibrahimovic.

Dengan insting tajamnya di depan gawang, bola liar yang ada di area kotak penalti Gli Azzurri sukses ia konversi menjadi gol dengan melakukan tendangan voli backheel yang ke sudut gawang Italia meskipun ada Christian Vieiri yang sempat menghalau bola masuk.

24. Italia memenangkan semifinal melalui lemparan koin
Sebelum munculnya adu penalti, Italia mengamankan tempat mereka di final Euro 1968 setelah kapten Giacinto Facchetti dengan tepat melakukan lemparan koin untuk menentukan pemenang pertandingan mereka melawan Uni Soviet (sekarang Rusia). Italia kemudian melaju ke babak final serta meraih trofi Eurodengan kemenangan 2-0 atas Yugoslavia.

23. Gol Fernando Torres di final Euro 2008 membawa Spanyol ke era keemasan
Spanyol mendominasi dunia sepak bola internasional TOPNEWS.MY.ID 2008 hingga 2012. La Furia Roja sukses memenangkan tiga trofi internasional hanya dalam kurun waktu empat tahun. Dan semua itu bermula saat mereka menghadapi Jerman di final Euro 2008 di Austria dengan Fernando Torres mencetak satu-satunya gol pada malam itu melewati Jens Lehman.

22. Kemenangan besar Spanyol atas Italia di final Euro 2012
Pada tahun 2012, Iniesta dan kawan-kawan sukses meraih trofi internasional ketiga mereka secara berturut-turut dengan mengalahkan Italia di final Euro 2102. Tak main-main, mereka mengalahkan Bonucci dan kawan-kawan dengan skor 4-0, gol datang dari David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres dan Juan Mata.

21. Tendangan overhead Xherdan Shaqiri

Libero.id

Tendangan overhead Xherdan Shaqiri

Swiss yang tertinggal 1-0 dari Polandia pada saat bertemu di babak 16 besar Euro 2016 lalu akhirnya harus berterimaksih banyak pada mantan pemain FC Basel, Xherdan Shaqiri.

Dalam kondisi yang tertinggal, anak asuh Vladimir Petkovic terus menekan pertahanan The Eagles dan usaha mereka akhirnya terbayarkan pada menit ke-82 melalui tendangan overhead yang indah dari Shaqiri. Umpan silang dari luar kotak penalti sukses di eksekusi oleh pemain gempal tersebut dengan menggunakan kakinya yang berotot sambil melakukan sedikit lompatan di udara, untuk sepersekian detik Shaqiri tampak melayang di udara sebelum bola masuk ke gawang Lukasz Fabianski.

20. Dua gol telat dari Zidane Zidane
Di Euro 2004, Inggris tampaknya memulai turnamen dengan baik dalam pertandingan pembuka grup B melawan Prancis. Pasukan Sven-Goran Eriksson memimpin sejak menit ke-38 setelah Frank Lampard menanduk bola dari tendangan bebas khas David Beckham, tetapi Zinedine Zidane yang telat ‘panas’ akhirnya menjadi aktor utama yang mencuri tiga poin Three Lions.

Pada menit ke-91, Zidane melakukan tendangan bebas yang indah melewati David James dan hanya dua menit berselang, ia mencetak gol dari titik penalti setelah James menjatuhkan Thierry Henry di kotak penalti.

19. Panenka ala Andrea Pirlo
Italia dan Inggris bermain imbang 0-0 di perempat final Euro 2012 dan pertandingan harus ditentukan melalui babak adu penalti. Dengan Italia yang tertinggal 2-1 dalam drama adu penalti, tekanan diberikan kepada Pirlo agar Azzurri bisa menjaga jarak dengan Inggris. Joe Hart yang tampak bersemangat dalam upaya menghentikan tendangan penalti Pirlo, justru terkesima saat melihat eksekusi penalti panenka yang elegan dari Pirlo. Inggris melewatkan dua tendangan berikutnya dan Italia akhirnya melaju ke final.

18. Manuel Amoros menggila
Ini memang bukan momen yang patut di contoh, tapi insiden ini merupakan sesuatu yang bisa dijadikan bahan pembelajaran. Di Euro 1984, Manuel Amoros yang tampak frustasi setelah dijatuhkan oleh Jesper Olsen, langsung menanduk pemain internasional Denmark itu tepat di depan wasit dan tentu saja mantan pemain Monaco itu menerima kartu merah dan mendapatkan larangan bermain di tiga pertandingan berikutnya.

17. Tendangan chip Davor Suker ke gawang Peter Schmeichel
Dengan Denmark mencari gol penyeimbang saat melawan Kroasia di Euro 1996, Peter Schmeichel memberanikan diri maju untuk membantu serangan, tapi Denmark kehilangan bola dalam prosesnya dan Krosia segera melakukan serangan balik dengan memberikan umpan jauh kepada Davor Suker.

Schmeichel memiliki cukup waktu untuk langsung kembali ke bawah mistar gawang, tetapi rekan-rekannya di belakang tidak sempat untuk menutupi pergerakan Suker sebelum mencetak gol dengan tendangan chipnya, yap mantan pemain Real Madrid itu memanfaatkan posisi Schmeichel yang berada agak ke depan gawang. Krosia kemudian sukses memenangkan pertandingan dengan skor 3-1 atat Denmark.

16. Abel Xavier menerima larangan sembilan bulan
Menyusul hasil imbang 1-1 TOPNEWS.MY.ID Portugal dan Prancis di semifinal Euro 2000, handball dari Abel Xavier memberi Zidane kesempatan untuk memenangkan pertandingan dari titik penalti di perpanjangan waktu. Xavier memblokir upaya Wiltord dengan lengan kirinya tepat ketika pemain sayap itu tampaknya telah mencetak gol dari sudut yang paling sempit.

Sangat jelas bahwa mantan pemain Liverpool itu melakukan kesalahan karena memegang bola dengan sengaja, namun Xavier tidak bisa menahan emosi atas keputusan wasit dan akhirnya mendapatkan larangan bermain sembilan bulan di kompetisi UEFA (kemudian dikurangi menjadi enam bulan usai hasil banding) setelah berkelahi dengan ofisial UEFA serta meludahi hakim garis.

15. Gol Eder saat menghadapi prancis di euro 2016
Dua belas tahun setelah kalah di final Euro 2004 melawan Yunani di kandang sendiri, Portugal memiliki motivasi tinggi untuk memenangkan final Euro saat melawan Prancis di Saint-Denis.

Dengan pertandingan yang tampaknya akan berakhir dengan babak adu penalti, Eder, striker Portugal yang namanya tak begitu dikenal, suskes melewati halauan dari Laurent Koscielny dan langsung melakukan sebuah tendangan dari jarak 25 yard untuk memastikan satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut. Stade De France tercengang dan Cristiano Ronaldo hampir menangis di pinggir lapangan karena anak-anak Selecao akhrinya suskes mengangkat trofi internasional pertama mereka.

14. Oliver Bierhoff adalah orang pertama yang mencetak gol dalam aturan golden goal
Final Euro 1996 di Wembley harus berlanjut ke perpanjangan waktu setelah Jerman bermain imbang 1-1 melawan Ceko di waktu normal, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah pergelaran Euro, pertandingan akan ditentukan dengan aturan golden goal.

Dalam perpanjangan waktu, Oliver Bierhoff keluar sebagai pahlawan Jerman dengan mencetak gol melalui tendangan yang sedikit dibelokan oleh pemain belakang Ceko dan bola dengan mulus masuk ke gawang Petr Kouba untuk memastikan kemenangan Jerman.

13. Karel Poborsky adalah pencipta gol-gol hebat

Libero.id

Karel Poborsky adalah pencipta gol-gol hebat

Jika ada satu nama selain Pavel Nedved yang harus kita kenang dari timnas Ceko, maka itu adalah Karel Poborsky.

Mantan pemain Manchester United itu adalah pemain yang memiliki  insting gol yang sangat baik bahkan gol-golnya layak dimuat dalam kompilasi gol-gol hebat sepanjang masa.
Pemain sayap Ceko itu mencetak gol chip dari dalam area penalti Portugal di Euro 96, mengoper bola dengan akurasi yang sangat baik, dan membukukan namanya di final Euro 1996 saat menghadapi Jerman meski pada akhirnya mereka kalah 2-1.

12. Golden goal David Trezeguet menyelesaikan perlawanan Italia
Gol penyeimbang di menit-menit terakhir dari Sylvain Wiltord saat Prancis bertemu Italia di final membuat pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Dan David Trezeguet menyelesaikan perlawanan Gli Azzurri dengan tendangan voli kaki kirinya pada menit ke-103 yang menggetarkan gawang Francesco Toldo.

11. Gol bersejarah Hal Robson-Kanu
Perjalanan Wales ke semifinal Euro 2016 bisa dibilang menjadi kisah tersendiri dalam turneman tersebut. Mereka diadu melawan Belgia, tim berperingkat tertinggi di Euro, di perempat final dan diperkirakan akan menerima kekalahan. Namun, Ashley Williams membatalkan gol pembuka Radja Nainggolan yang menakjubkan untuk memberi Wales harapan. Pada menit ke-55, Wales membalikkan ketertinggalan melalui gol yang sangat baik dari Hal Robson-Kanu, dalam proses gol Robson-Kanu, para pemain belakang Belgia, termasuk Thibaut Courtois tidak ada yang dapat menghentikan lajunya bola, sungguh pemain yang tidak disangka-sangka.

10. Gol Mario Balotelli ke gawang Jerman
Untuk sesaaat, Mario Balotelli akhirnya membuktikan pada dunia bahwa ia bukanlah pemain yang hanya hobi membaut keonaran diluar pertandingan, namun ia juga bisa berkontribusi untuk negaranya dan itu semua tampak dalam kemenangan 2-1 Italia atas Jerman di semifinal Euro 2012.

Sundulan tajam dari mantan pemain Manchester City  itu memberi Italia keunggulan pada menit ke-20. 16 menit kemudian ia melakukannya lagi, umpan panjang dari Ricardo Montolivo sukses diterima Balotelli, dengan Philip Lahm yang mati-matian berusaha untuk menghentikan pergerakannya, Balotelli justu dengan tenang menceploskan bola ke sudut kanan atas gawang Manuel Neuer dan membuat para pendukung Jerman terdiam di Warsawa.

Satu hal yang pasti, selebrasi Balotelli adalah sesuatu yang akan selalu diingat oleh para penggemar.

9. Tepuk tangan Viking Thunder Clap dari Islandia
Dengan populasi lebih dari 350.000, semangat para warga Islandia untuk mendukung negaranya di Euro 2016 patut diancungi jempol dan Viking Thunder Clap yang ikonik adalah salah satu momen bersejarah dalam pergelaran Euro. Para pemain bergabung dengan pendukung setelah menyegel kemenangan 2-1 atas Inggris di babak 16 besar untuk melakukan Viking Thunder Clap.

8. Tendangan voli yang luar biasa dari Ronnie Whelan
Turnamen besar pertama Jack Charlton sebagai manajer Irlandia adalah Euro 1988 dan Ronnie Whelan sukses mencetak gol penyeimbang 1-1 melawan tim Uni Soviet yang saat itu luar biasa di babak penyisihan grup. Sebuah lemparan panjang dari Mick McCarthy mencapai Whelan di tepi kotak penalti, dan mantann pemain Liverpool itu menghempaskan bola ke sudut atas dengan tendangan voli kaki kirinya.

7. Michel Platini mencetak gol penenetu kemenangan
Semifinal Euro 1984 yang mempertemukan Prancis dan Portugal mencapai puncak dramatis di penghujung waktu ketika Michel Platini menyelesaikan hat-tricknya pada menit ke-119 untuk mengirim tuan rumah ke final.

6. Peter Schmeicel menghentikan tendangan Marco van Basten
Tidak ada yang menyangkan bahwa Denmark akan memenangkan Euro 1992 dan tim berjulik De rød-hvide itu berhutang banyak pada sosok Peter Schmeichel  yang sepanjang turnamen tampil impresif. Denmark yang menghadapi Belanda di semifinal harus melewati babak adu penalti setelah bermain imbang 2-2. Schmeichel menjadikan dirinya pahlawan dengan menggagalkan penalti Marco van Basten saat menjadi penendang kelima untuk tim Oranje.

5. Ricardo pahalwan porugal di babak 16 besar euro 2004
Pertandingan seru terjadi TOPNEWS.MY.ID Portugal dan Timnas Inggris saat bertemu di babak 16 besar dan pertandingan harus berakhir lewat adut penalti. Skor imbang 5-5 dan Darius Vassell maju sebagai penendang ketujuh Inggris menghadapi kiper Portugal, Ricardo.

Siapa sangka bahwa dengan melepaskan sarung tangan membuat Vassell gagal mengeksekusi penalti dan tidak sampai disitu, Ricardo yang maju sebagai penendang ketujuh Portugal juga sukses menceploskan bola ke gawang David James untuk membawa negaranya ke semi final. Penjaga gawang Sporting Lisbon itu kemudian mengakui bahwa ia melakukan improvisasi (melepaskan sarung tangan )karena kurangnya pengetahuan tentang penalti Vassell.

4. Yunani mengalah portugal di final
Euro 2004 tentu tidak akan pernah dilupakan oleh pendukung Portugal, apalagi para pendukung Yunani, karena untuk pertama kali dalam sejarah,  Negri Dewa-Dewi itu sukses memenangkan trofi internasional pertama mereka.

Yunani sendiri telah mencatatkan satu kemenangan melawan Portugal di pertandingan pembukaan, dan kedua tim bertemu lagi di final untuk menutup turnamen 4 tahunan tersebut. Meskipun memiliki daftar pemain yang sangat unggul, Portugal sekali lagi menyerah pada Yunani saat Angelos Charisteas menanduk bola tendangan sudut Angelis Basinas pada menit ke-57, yang kebetulan merupakan pertandingan pertama mereka, untuk mengamankan kemenangan 1-0 di final dan mengakhiri pertandingan.

3. Gol indah Paul Gascoigne di Euro 1996
Paul Gascoigne mencetak salah satu gol terbesar dalam sejarah Inggris saat Three Lions bertemu Skotlandia di Wembley dalam pergelaran Euro 96.

Setelah mengoper bola melewati bek Skotlandia, mantan pemain Everton itu melakukan tendangan voli ke gawang Skotlandia untuk memastikan kemenangan 2-0 . Satu hal yang menarik adalah Gascoigne menciptakan selebrasi yang dinamakan “dentist chair” dengan para pemain menyemprotkan air ke mulutnya yang terbuka saat ia berbaring telentang.

2. Kelahiran Panenka

Libero.id

Kelahiran Panenka

Pertemuan Cekoslowakia dan Jerman Barat  di final 1976 harus berakhir dengan skor imbang 2-2 dan memaksa pertandingan ke babak adu penalti. Ceko sukses mencetak keempat penalti pertama mereka sebelum penendang Jerman Barat, Ulrich Hoene gagal mengeksekusi penalti keempat mereka karena bola melayang di atas mistar gawang.

Lalu Antonin Panenka menjadi penendang kelima Ceko. Diawali dengan lari panjang, Panenka kemudian melakukan tendangan chip ke arah tengah gawang yang kemudian membuat Sepp Maier salah melakukan lompatan dan gol ikonik tersebut kemudian menjadi sebuah tendangan yang hingga sekarang dikenal dengan istilah ‘tendangan panenka’.

1. Kegembiraan Belanda dari Marco Van Basten
Marco van Basten mencetak gol yang layak untuk memenangkan turnamen di final 1988. Anda bisa melihatnya melalui cuplikan video dibawah ini,

Sangat menakjubkan bukan ?

(muflih miftahul kamal/mon)



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *