BI Sulsel Tawarkan Digitalisasi Pembayaran ke Baruga Pasar

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Makassar – Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan mencanangkan kerjasama dengan PD Pasar Makassar Raya melalui  digitalisasi program Baruga Pasar.

BI Sulsel menawarkan metode pembayaran non tunai Quick Respons Code Indonesia Standard (QRIS) ke dalam aplikasi Baruga Pasar.

Kerjasama ini sebagai bentuk nyata dalam mendorong penguatan sektor perekonomian di pasar tradisional di Makassar. 


Baca Juga: BI Sulsel Sebut Inflasi Bulan Mei 2021 Masih Terkendali

Direktur Operasional PD Pasar Saharuddin Ridwan menyebut keberadaan Baruga Pasar merupakan konsep kebiasaan baru selama pandemi. Hal itu untuk memudahkan pedagang dan pembeli dalam berbelanja tanpa perlu ke pasar. 

“Baruga Pasar ini kita bisa belanja lewat offline maupun online. Kita mau betul-betul program ini dapat membantu pedagang,” kata Sahar, Minggu, 6 Juni 2021.


Baca Juga: Wali Kota Makassar Diundang Presentasi Pada Pertemuan IIF 2021 London

Keberadaan Baruga Pasar, kata Sahar, ibarat mini mart pasar. Namun bukan barang dari luar, melainkan barang dari pedagang yang sudah mau pulang mereka titipkan ke Baruga.

“Nanti pegawai bantu jualkan secara online maupun offline,” kata Sahar. 

Sahar menuturkan, program ini sudah mulai berjalan sejak tahun lalu di awal pandemi. Ke depan, ia berharap setiap transaksi belanja baik lewat ojol, sistimnya akan masuk ke Baruga Pasar.


Baca Juga: Bertandang Ke War Room, BI Sulsel Kagum dengan Sistem Digitalisasi…

“Inilah harapan kami semoga akan menjadi kebiasaan baru dalam pasar tradisional. Jadi ke depan pemesanan lewat ojek online, sistemnya masuk ke Baruga Pasar, nanti pegawai kami yang bantu belanja dan mencari kebutuhan pelanggan,” ujarnya. 

Sementara, Direktur Utama PD Pasar, Basdir, mengatakan dalam program Baruga Pasar, pihaknya menyediakan pegawai yang selalu siap siaga untuk menerima orderan dalam melayani pembeli.

“Dengan cara ini juga kami bisa meminimalisir kerumunan di Pasar,” kata Basdir. 

Basdir menyebut pembeli juga bisa menawar sesuai kebutuhan jika berbelanja di Baruga Pasar. Hal itu berbeda dengan belanja online lain yang sudah ditentukan jumlah dan harganya. 

“Nanti pegawai kami yang mendatangi langsung penjual untuk mencari bahan tersebut. Bahkan bisa saling tawar menawar sebagaimana kebiasaan berbelanja di Pasar-Pasar. Termasuk bisa Video Call jika ingin melihat barang yang ingin dibeli,” kata Basdir. 

“Bahkan dulu di saat Pandemi lagi gencar-gencarnya pembelian secara online maupun offline by phone banyak sekali transaksi kami di Baruga Pasar, sekarang malah berkurang,” ungkapnya.

Sementara, Deputi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan, Edwin Permadi yang telah mendengar pemaparan kedua Direksi PD Pasar tersebut mengatakan sangat mengagumi cara kerja Baruga Pasar. 

“Kami salut dengan pemaparan dari Direksi PD Pasar. Untuk itu kami coba tawarkan kerjasama yakni penggunaan QRIS sehingga belanja di pasar bukan lagi sekedar sistem tunai tapi juga bisa secara digital, semoga dalam waktu dekat kita bisa jalankan bersama,” ujarnya. 

Menurutnya, sistem Baruga Pasar merupakan inovasi yang luar biasa oleh jajaran Direksi PD Pasar. 

“Ini sangat luar biasa sekali sejalan dengan rencana kerjasama kita karena sangat representatif,” tutupnya. 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *