Dipecat dari KPK secara Tidak Hormat, AKP Robin Minta Maaf Sedalam-dalamnya ke Polri 

  • Bagikan
Dipecat dari KPK secara Tidak Hormat, AKP Robin Minta Maaf Sedalam-dalamnya ke Polri 


TOPNEWS.MY.ID AKP Stepanus Robin Pattuju menyampaikan permintaan maafnya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri atas kesalahannya menerima suap dalam penanganan perkara korupsi. 

“Saya minta maaf kepada institusi KPK, saya minta maaf sedalam-dalamnya kepada institusi asal saya Polri,” kata Robin usai menjalani putusan sidang etik yang diselenggarakan Dewan Pengawas (Dewas) KPK di ACLC, Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021). 

Penyidik dari Polri yang diperbantukan ke KPK itu mengaku akan menjalani kasus yang tengah dihadapinya. Termasuk putusan pemecatan dengan tidak hormat (PDTH) yang diberikan Dewas KPK kepada Robin. 

“Saya bisa menerima, saya bisa mempertanggungjawabkan apa yang sudah saya lakukan,” kata Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2009 itu. 

Sebelumnya, Dewan Pengawas KPK memutuskan bahwa AKP Stepanus Robin Pattuju diberhentikan tidak dengan hormat, karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik. 

Dalam hal ini, Dewas KPK menganggap Robin telah menerima suap sekitar Rp 1,6 miliar terkait penanganan perkara di tingkat penyelidikan. 

“Menghukum terperiksa (Robin) dengan sanksi berat berupa diberhentikan tidak dengan hormat sebagi pegawai KPK,” kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Senin (31/5/2021). 

Suap itu diterima Robin dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial untuk menutup pengusutan perkara korupsi dugaan jual beli jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai. Saat Robin menerima suap itu, kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai masih berstatus penyelidikan. 

Dewas menilai Robin melanggar Pasal 4 Ayat 2 Huruf a, b, dan c Peraturan Dewas KPK Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.[]



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *