Prodi Komunikasi UMM Raih Sertifikasi Internasional AUN QA

  • Bagikan
alexametrics


TOPNEWS.MY.ID – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru saja meraih sertifikasi dari ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Ini merupakan satu-satunya prodi komunikasi kampus swasta di Indonesia yang memperoleh pengakuan itu.

“Capaian kali ini merupakan yang terbaru. Sebelumnya, Prodi kami telah tiga kali berturut-turut memperoleh Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Selain itu mahasiswanya juga terus mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” terang Kaprodi Komunikasi UMM, M Himawan Sutanto dalam keterangan persnya, Sabtu (29/5).

Sertifikasi AUN QA diperoleh setelah melalui proses yang panjang. Bagi Komunikasi UMM, semua persyaratan sebenarnya sudah disebut memenuhi syarat. Tinggal administratifnya saja. Pengumpulan berkas dan dokumen sebagai bukti pelaksanaan reformasi kurululum, tracing studi pada para alumni dan pemangku kepentingan, kerjasama dengan dunia industri dan dunia usaha, serta kesesuaian TOPNEWS.MY.ID visi misi dengan implmentasi pembelajaran.

“Keunggulan kami salah satunya terletak di praktikum mahasiswa,” tambah Himawan yang juga Sekjen Asosiasi Program Studi Komunikasi Seluruh Indonesia (ASPIKOM) dan ketua umum Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APIK PTMA) itu.

Lebih lanjut Himawan menjelaskan keunggulan-keunggulan prodinya. Misalnya, sebagai prodi terakreditasi A tiga kali berturut-turut sekaligus sebagai prodi Komunikasi terbaik versi Majalah Mix Marketing. Ditambah dengan prestasi-prestasi yang diukir mahasiswanya baik tingkat nasiona maupun internasional, Komunikasi UMM menjadi kebanggaan universitas dan kampus-kampus Muhammadiyah seluruh Indonesia.

Selain itu, UMM juga memelopori praktikum mahasiswa dengan real client dari kalangan industri maupun dunia bisnis jauh hari sebelum digaungkan konsep Kampus Merdeka. Mahasiswa dituntut untuk mampu memperoleh pengakuan dari stakeholder sungguhan secara langsung melalui praktikum.

“Kalau praktikum film ya harus film sungguhan dan masuk di festival bergengsi. Kalau bikin berita juga harus viral dan memiliki nilai jurnalisme yang tinggi. Kalau jadi konsultan PR ya harus dengan klien sungguhan, memberi solusi atau mengembangkan usaha yang menjadi mitranya,” terang Sekprodi Komunikasi UMM Widiya Yutanti. Dengan fasilitas lab yang mutakhir dan lengkap, mahasiswa dapat melakukannya dengan baik.

Salah satu karya kolaboratif dan kreatif mahasiswa Komunikasi UMM adalah Kampung Warna Warni Jodipan yang fenomenal itu. Karya ini menjadi viral lantaran mahasiswa mampu menyulap kampung kumuh menjadi destinasi wisata yang tak hanya bernilai ekonomis tapi juga pelestarian lingkungan dan budaya masyarakat yang berubah drastis menjadi lebih bersih dan tertib.

Kreativitas mahasiswa UMM tak hanya diwadahi di praktikum di laboratorium tetapi juga klub-klub peminatan. Ada klubjurnalisme, PR dan sinematografi. Melalui wadah-wadah inilah mahasiswa dibina untuk berkarya dan mengikuti berbagai kompetisi. Tak heran pembinaan ini memperoleh capaian prestasi tingkat nasional maupun internasional.

“Berkat prestasi ini lulusan kamu banyak yang direkrut oleh perusahaan atau Lembaga penyelenggara kompetisi,” tambah Widiya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *