Misteri Gong Kyai Gongso Macan Putih di RRI Surabaya

  • Bagikan
alexametrics


Di salah satu ruangan di gedung Radio Republik Indonesia (RRI) tersimpan benda sakral dan mistis. Tepatnya di ruang kesenian. Sebuah gong bernama Kyai Gongso Macan Putih menyimpan kekuatan yang tak bisa dibuat sembarangan.

WUJUD Kyai Gongso Macan Putih memang berbeda dibandingkan gong lainnya yang berada di Ruang Arjuna Programa 4 RRI Surabaya. Benda tersebut terlihat paling besar. Warnanya hitam legam. Sekilas bentuknya sama seperti gong pada umumnya. Namun, saat dilihat secara dekat, bentuknya tidak mulus. Terdapat cekungan seperti bekas tekanan jari.

Selain wujudnya yang berbeda, gong tersebut diperlakukan berbeda. Setiap malam Jumat diberi dupa. ”Wajib digantung. Dia tidak boleh terlalu lama menyentuh tanah,” kata Harianto, sutradara program ludruk RRI Surabaya. Biasanya gong dipakai untuk acara ludruk dan gendingan yang disiarkan RRI.

Pernah suatu ketika, sekitar tahun 2000-an, gong tersebut dibawa ke lantai 3 untuk sebuah acara. Setelah selesai, gong dibawa ke ruangan asalnya di lantai 2. Nah, saat itu gong tidak langsung digantung seperti biasanya. Namun diletakkan sembarangan.

Tak lama kemudian, ada orang yang tidak sengaja motret gong tersebut. Hasilnya, muncul penampakan macan putih yang diyakini sebagai penunggunya. Ia marah.

Saat itu juga gong diletakkan ke tempat asal. Kejadian ganjil lainnya adalah orang yang tidur di ruangan itu kerap mimpi melihat anak kecil. Terlebih saat tidur dalam posisi yang kurang sopan.

Menurut Harianto, ada sopan santun yang wajib dilakukan saat berada di ruang kesenian. Yakni, dilarang melangkahi peralatan gamelan. Termasuk menjaga ucapan dan tingkah laku. Terutama yang berada di dekat Kyai Gongso Macan Putih. ”Bukannya syirik atau gimana, ini wujud menghormati sesama makhluk Tuhan,” ucapnya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *