Keras! Ferdinand Sindir PKS Soal KPK: Teriak Agamis Tapi Korupsi

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Eks Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean melontarkan sindiran keras ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengkritik soal tes wawasan kebangsaan (TWK) bagi pegawai KPK.

Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Minggu 30 Mei 2021, awalnya menanggapi soal pemberitaan berjudul ‘PKS Kritik TWK KPK: Teriak Saya Pancasila tapi Korupsi’ yang dimuat situs Cnnindonesia.com.

Terkait pemberitaan tersebut, Ferdinand pun menertawai kritikan PKS terhadap TWK KPK itu.


Baca Juga: Emosi ke Cak Nun, Ferdinand: Belum Tentu Kau Lebih Beriman

Ia pun lantas melontarkan sindiran keras yang senada dengan judul pemberitaan terkait kritikan PKS terhadap TWK KPK itu.

“Hahahaha! Teriak agamis tapi korupsi,” cuit Ferdinand Hutahaean.


Baca Juga: Cak Nun Sebut Megawati Tak Sekolah, Ferdinand: Dia Lebih Sukses

Mengutip isi pemberitaan Cnnindonesia.com tersebut, Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mempertanyakan nasionalisme yang hendak dibangun oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini.

Pertanyaan ini dilayangkan Sohibul menanggapi tes wawasan kebangsaan (TWK) dalam rangka alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih menjadi polemik hingga saat ini.

“Kalau orang yang berintegritas tidak dianggap nasionalisme dan disingkirkan, nasionalisme apa yang hendak dibangun?,” ujar Sohibul dalam keterangannya, Sabtu 29 Mei 2021.


Baca Juga: Komentari Foto Anies Baswedan, Ferdinand: Orang Ini Perlu Belajar Adab

Menurut mantan Presiden PKS ini, situasi yang terjadi di KPK saat ini seolah memberikan toleransi perilaku korupsi selama memiliki jiwa Pancasila.

“Yang kita inginkan nasionalisme yang berintegritas dan profesional, kalau seperti ini kita ingin membangun nasionalisme yang koruptif, tidak apa-apa korupsi yang penting teriak saya Pancasila,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *