Beberkan Injil Banyak Ayat Porno Tak Bermoral, Ustaz Mualaf Arifin Nababan: Kacau Ini!

  • Bagikan
Syamsul Arifin Nababan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Kembali dugaan penistaan agama dituduhkan kepada seorang ustaz mualaf. Kali ini tudingan tersebut ditujukan untuk pendakwah Syamsul Arifin Nababan. 

Bagaimana tidak? Ia menyebut jikalau Injil atau Alkitab alias kitab suci umat Kristen berisi banyak ayat-ayat berbau porno dan tidak bermoral.

Adapun hal itu ia sampaikan dalam salah satu ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube Pdt Mell Atock pada 29 Juni 2020 silam. 

“Hanya saja, Al-Qur’an lebih detail, Al-Qur’an lebih komplit, Al-Qur’an lebih bermartabat, Al-Qur’an lebih bermoral ketimbang kitab suci saya dulu,” tutur Ustaz Arifin, seperti dikutip TOPNEWS.MY.ID pada Minggu, 30 Mei 2021, dari Indozone. 

“Banyak saya temukan, saya baca di Injil itu, ayat-ayat yang tidak bermoral, ayat-ayat yang porno-porno itu banyak.”

Ustaz Arifin kemudian bertanya kepada para jemaahnya apakah ingin mendengar salah satu ayat porno yang ia maksud. 

“Sudah pernah dengar belum? Mau dikasih contoh, gak? Coba nanti simak kira-kira ini nanti, itu wahyu atau karangan manusia,” mulainya.

“Judulnya ‘Kenikmatan Cinta’. Bunyinya begini, simak baik-baik, tapi saya minta tolong yang muda-muda tutup telinganya. Yang boleh dengar yang tua-tua saja,” lanjutnya lagi. 

“Bunyinya begini, ‘Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di TOPNEWS.MY.ID segala yang disenangi. Sosok tubuhnya seumpama pohon kurma dan buah dadamu gugusannya. Kataku, aku ingin memanjat pohon kurma itu dan memegang gugusan-gugusannya’,” ungkap Ustaz Arifin Nababan menirukan. 

“‘Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan napas hidungmu seperti buah apel’. Kata-kata pemanis bagaikan anggur. Asyik, gak? Isinya apa? Bicara apa? Bicara buah-buahan, termasuk buah dada.”

Setelah menyampaikan itu, Ustaz Arifin Nababan kemudian mengaku bahwa ia dulu pernah mempertanyakan hal tersebut kepada gurunya mengapa demikian.

“Dulu saya tanya kepada guru saya, ‘Pak Guru, kenapa kitab suci kita ini terlalu porno sampai bicara buah dada terlalu vulgar? Apa tidak ada istilah lain, Pak Guru?’” tirunya.

“Apa kata guru saya? ‘Biarin saja, Nababan, supaya beda mana buah dada, mana buah rambutan’. Saya pikir kacau ini. Kalau begitu bunyi ayat, kira-kira firman Tuhan atau tidak ini?” tandas Ustaz Arifin Nababan. 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *