Undang Penyanyi Seksi Erotis di Halal Bihalal, Camat Sukoharjo Viral dan Dipecat

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Belum lama ini, sebuah video acara halal bihalal viral di media sosial dan menjadi perbincangan publik.

Pasalnya, acara halal bihalal tersebut digadang-gadang digelar oleh seorang camat di Sukoharjo dengan mengundang penyanyi seksi erotis.

Setelah video tersebut menyebar di tengah masyarakat hingga viral, ia akhirnya dipecat dari jabatannya.

Adapun tindakan pencopotan jabatan yang dilakukan terhadapnya itu dinilai sebagai bentuk ketegasan dari Bupati Sukoharjo.

Dilansir TOPNEWS.MY.ID dari radarcirebon.com pada Sabtu, 29 Mei 2021, acara halal bihalal yang mengundang penyanyi seksi tersebut digelar oleh sang camat dan PAC PDIP Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Lantaran hal tersebut, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, lantas mengambil tindakan tegas dengan pencopotan jabatan sang camat karena dianggap sebagai tindakan tak pantas.

Namun, aksi itu bukan hanya menindaklanjuti adanya penyanyi erotis, tetapi juga pelangaran SE Pembatasan kegiatan selama pandemi Covid-19.

Bupati Etik Suryani yang didampingi oleh Wakil Bupati Agus Santosa mengungkapkan bahwa Camat Sukoharjo, yakni Havid Danang, dicopot dari jabatannya dan dikembalikan sebagai Lurah Gayam.

Itu karena sebelum menjabat sebagai camat di Sukoharjo, Havid diketahui memang menjabat sebagai lurah.

“Terkait dengan viralnya Plt Camat Sukoharjo yang menghadiri halal bihalal di tengah pandemi Covid-19, kami selaku pimpinan sudah mengambil langkah tegas, yaitu mencopotnya sebagai Camat Sukoharjo,” tutur Bupati Etik pada Senin, 24 Mei 2021.

Bupati Etik menambahkan bahwa perilaku Camat Sukoharjo dianggap melanggar SE bupati karena menjadi sorotan berbagai pihak.

Oleh karena itu, selain dicopot dari jabatan, Camat Sukoharjo juga akan diberi pembinaan.

“Selanjutnya, kami juga akan memberikan pembinaan pada yang bersangkutan agar ke depan lebih disiplin,” tegas Etik.

Atas peristiwa itu, bupati meminta agar seluruh perangkat dan ASN yang ada di Pemkab Sukoharjo tetap disiplin dalam menerapkan keputusan pemerintah.

Sebab, tujuan utamanya adalah tentu saja untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19.

Sementara itu, Wakil Bupati Agus Santosa juga menambahkan bahwa langkah yang diambil oleh Pemerintah tersebut merupakan bentuk dari tindak ketegasan.

Ia mengatakan bahwa setiap tindakan yang tak pantas dan tak mencerminkan sikap Pemerintah tidak akan ditolerir oleh pihak Pemkab.

“Ini adalah bentuk ketegasan atas pelanggaran yang ada. Terlebih apa yang dilakukan oleh Camat Sukoharjo adalah pelanggaran disiplin,” paparnya.

“Kami berharap semua pihak belajar dari kasus ini dan tetap mengikuti apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” pungkas Agus.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *