Serang SBY, Politikus PDIP: Dia Dulu Jadi Presiden karena Curang

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Politikus PDIP, Dewi Tanjung melontarkan pernyataan keras kepada Mantan Presiden yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demkokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dewi Tanjung lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 29 Mei 2021, menyindir SBY dengan menyebut Presiden RI ke-6 tersebut sebagai ‘Bapak Bansos Indonesia’.

“Ada yang Tau siapa Bapak BANSOS INDONESIA yaitu Susilo Bambang Yudhoyono,” cuit Dewi Tanjung.

Baca Juga: Diwawancara Najwa Shihab, Pegawai KPK Dipecat: Harun Masiku di Indonesia

Menurut kader PDIP ini, SBY menjadi Bapak Bansos Indonesia lantaran di masa kepemimpinannya ia berkali-kali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Karna saat SBY jadi Presiden berkali-kali adanya kenaikan BBM,” ungkap Dewi.

Selain itu, Dewi Tanjung juga menuding SBY dulunya memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) lentaran curang.

“SBY menang jadi Presiden itu hasil suara penuh kecurangan,” ucap Dewi Tanjung.

Baca Juga: Cak Nun Sebut Megawati Tak Sekolah, Ferdinand: Dia Lebih Sukses

Hal itu, menurut Politisi PDIP ini, dibuktikan dengan diangkatnya Anas Urbaningrum menjadi Ketua Umum Demokrat kala itu saat SBY naik jadi Presiden RI.

“Dan faktanya setelah SBY jadi Presiden Annas Urbaningrum jadi ketum Demokrat,” jelasnya.

Sebelumnya, Dewi Tanjung lewat kicauannya di Twitter pada Januari 2021 lalu juga membeberkan enam dosa SBY kepada bangsa dan negara.

Baca Juga: Posting Foto Pendakwah Kondang Tanah Air, Ade Armando: Kami Berseberangan

Dosa pertama dan kedua, kata Dewi, yakni terkait kasus mega proyek Century dan Hambalang dimana kedua kasus itu menurutnya terjadi di masa SBY menjabat sebagai presiden RI.

“Ini Dosa SBY kepada Bangsa dan Rakyat 1. Mega Century. 2. Mega Hambalang,” ujar Dewi Tanjung.

Sementara dosa SBY yang ketiga, lanjut Dewi, yakni terkait 34 proyek listrik yang mangkrak di masa kepemimpinan Pendiri Partai Demokrat itu.

Selanjutnya, Dewi Tanjung juga menilai SBY gagal membangun infrastruktur di Indonesia menjadi lebih baik.

“3. 34 Project Listrik Mangkrak 4. Petral 5. Gagalnya Membangun insfratruktur,” tuturnya.

Dan dosa yang keenam, kata politikus perempuan PDIP ini, yakni SBY di masa pemerintahannya jarang turun ke lokasi bencana alam.

“Banyaknya bencana alam tapi SBY jarang turun ke lokasi bencana Cuma 1 kali menginap memakai anggaran negara yang sangat besar,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *