Penelitian Awal Vaksin Diabetes Memberikan Harapan

  • Bagikan
Penelitian Awal Vaksin Diabetes Memberikan Harapan


Dalam studi awal berskala kecil, vaksin untuk diabetes tipe 1 nampak memberikan hasil yang menjanjikan. Setidaknya, pada sebagian pasien yang baru didiagnosis, vaksin membantu menjaga produksi insulin alami tubuh.

 

Diabetes tipe 1 terjadi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta di pankreas yang memproduksi insulin. Hormon ini diperlukan sel agar dapat menyerap glukosa dari aliran darah. Karena tidak bisa memproduksi insulin alami, maka pasien-pasien diabetes tipe 1 membutuhkan suntikan insulin seumur hidup.

 

Vaksin dikembangkan dengan harapan bisa menyembuhkan pasien diabetes tipe 1. Dalam studi saat ini, para peneliti ingin menguji apakah vaksin dapat menghentikan atau memperlambat kerusakan sel beta pancreas, si penghasil insulin.

 

Baca juga: Jika Orang Tua Diabetes, Apakah Selalu Diturunkan?

 

Meski Sedikit Namun Sangat Bermakna

“Penelitian telah menunjukkan bahwa meskipun produksi insulin sangat kecil, namun sangat bermanfaat bagi kesehatan pasien,” kata Dr. Johnny Ludvigsson, seorang profesor senior di Departemen Ilmu Biomedis dan Klinik di Universitas Linköping di Swedia

 

Ludvigsson dan timnya mengembangkan vaksin yang terbuat dari asam glutamat dekarboksilase (GAD). Pada orang dengan diabetes tipe 1, protein ini melekat di permukaan sel beta sehingga sistem kekebalan tubuh akan melawan dan membentuk antibodi. Antibodi akan menghancurkan pancreas sehingga tidak menghasilkan insulin.

 

Para peneliti ingin melihat dengan diberikan vaksin yang membuat tubuh terpapar lebih banyak GAD, akan membantu sistem kekebalan lebih baik dalam mentolerir protein ini dan berhenti menyerang sel-sel penghasil insulin.

 

Penelitian sudah memasuki studi klinis fase 2,  di mana para peneliti merekrut 109 pasien diabetes tipe 1 berusia TOPNEWS.MY.ID 12 dan 24 tahun. Para peneliti menganalisis berapa banyak insulin alami yang dihasilkan oleh tubuh para pasien ini setelah 15 bulan. Mereka juga menganalisis perubahan pada kadar gula darah jangka panjang dan berapa banyak suntikan insulin yang mereka butuhkan setiap hari.

 

Hasilnya, ada produksi insulin pada sekitar setengah dari pasien dengan diabetes tipe 1 yang diberi vaksin. Studi ini sudah dipublikasikan di jurnal Diabetes Care.

 

Baca juga: Jangan Terjebak 5 Mitos Tentang Diabetes

 

Pengelolaan Diabetes Tipe 1

Karena masuk kategori autoimun, maka tidak seperti diabetes tipe 2, diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Setelah pasien terdiagnosis diabetes tipe 1, ia harus menjalani terapi insulin sepanjang hidupnya. Diabetes tipe 1 disebabkan pankreas yang tidak mampu memproduksi cukup insulin sehingga terapi satu-satunya hanya insulin.

 

Sampai saat ini belum ada terapi pengganti insulin. Pengembangan terapi untuk memperbaharui sel-sel beta pankreas agar kembali memproduksi insulin, masih sebatas penelitian dan masih dibutuhkan jalan panjang sampai terwujud.  Vaksin diabetes adalah salah satu upaya tersebut.

 

Untuk mempertahankan kualitas hidup pasien diabetes tipe 1, ada 5 rinsip pengelolaan diabetes tipe 1, yaitu pola makan yang benar,  terapi insulin, menjaga aktivitas fisik, cek gula darah teratur, dan edukasi.

 

Semuanya akan memengaruhi pengendalian gula darah ke kisaran normal, agar terhindar dari komplikasi yang berbahaya. Pemeriksaan gula darah dilakukan setiap hari, bahkan bisa 6 hingga 7 kali per hari yaitu setiap sebelum dan sesudah makan dan menjelang tidur atau pagi hari. Tujuannya mencegah hipoglikemia yang merupakan komplikasi paling sering ditemukan pada pengguna insulin.

 

Baca juga: Berawal Dari Pankreas, Inilah Proses Terjadinya Diabetes Melitus

 

 

 

Sumber:

Livescience.com. Diabetes vaccine shows promise in early trial

 



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *