Cak Nun Sebut Megawati Tak Sekolah, Ferdinand: Dia Lebih Sukses

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean tampak geram dengan pernyataan cendekiawan muslim Cak Nun yang menyebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak sekolah.

Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 29 Mei 2021, menilai Megawati meskipun tak sekolah lebih sukses dibanding hidup Cak Nun.

“Faktanya orang tak sekolah itu lebih sukses dari hidupmu Nun..!!,” cuit Ferdinand Hutahaean.


Baca Juga: Komentari Foto Anies Baswedan, Ferdinand: Orang Ini Perlu Belajar Adab

Ferdinand juga beranggapan, Megawati lebih kuat dan berkuasa dibanding budayawan kondang tersebut.

“Dia lebih kuat, lebih berkuasa dan lebih segalanya darimu,” ujar Ferdinand Hutahaean.


Baca Juga: Sindir Ketua Umum PDIP, Cak Nun: Dia Tidak Punya Ilmu…

Maka dari itu, Ferdinand meminta kepada Cak Nun agar tidak membandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain lantaran hal itu menurutnya tidak pantas.

Selain itu, menurutnya, Cak Nun juga tidak sepadan dengan Megawati Soekarnoputri dan tak layang dibandingkan.

“Membandingkan hidupmu dengan hidup orang yang kau rendahkan itu tak pantas, kau tak sepadan dan tak layak dibandingkan,” tuturnya.


Baca Juga: Sebut Megawati Tak Berilmu hingga Seret Nama Jokowi, Cak Nun:…

Tak hanya itu, Ferdinand Hutahaean juga menyinggung soal keimanan Cak Nun yang menurutnya belum tentu lebih beriman dibandingkan orang lain.

“Soal iman? Blm tentu kau lebih beriman,” tegasnya.

Sebelumnya, Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun menyindir Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, putri Bung Karno itu tak punya ilmu karena tidak sekolah.

Hal itu diungkapkan Cak Nun lewat video ceramah lawasnya yang tayang di kanal Youtube Ach Sin, seperti dilihat pada Jumat 28 Mei 2021.

Dalam video berjudul ‘Cak Nun: Megawati Tak Pernah Sekolah’ tersebut, awalnya Cak Nun terkait fenomena kenegaraan di Indonesia.

Ia menilai, banyak pejabat atau elit partai politik yang lebih mementingkan kelompoknya, ketimbang masyarakat umum.

Padahal, kata Cak Nun, dalam konsep bernegara mereka yang memiliki jabatan mestinya lebih banyak bicara mengenai bangsa dan kemaslahatan orang banyak.

“Bendera (partai) jangan terlalu banyak-banyak, sampai bendera Indonesia dihilangkan. Sekarang saya tanya, kalau kalian orang PKB, tanya sama PKB, lebih penting mana PKB atau Republik Indonesia? Kalau yang lebih penting PKB, salah atau benar? Salah kan? Sekarang parpol mana yang lebih mementingkan Indonesia dibanding parpol-nya?,” kata Cak Nun.

Ia pun menilai fenomena serupa juga di tubuh PDIP. Kendati menjabat sebagai presiden, namun Jokowi hanya diposisikan sebagai petugas partai atau anak buah Megawati.

Sehingga, menurut Cak Nun, secara tak langsung Jokowi tidak memiliki kekuasaan penuh terhadap negara.

“Sampai hari ini, Megawati mengatakan Jokowi tetap petugas partai. Jadi (menurutnya) Indonesia itu bagian dari PDIP, bukan PDIP bagian dari Indonesia. Salah atau benar? Salah. Tapi jangan salahkan Mega, karena dia enggak ngerti,” tandasnya.

Cak Nun pun mengaku tak heran seandainya Megawati lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya ketimbang masyarakat luas.

Pasalnya, lanjut Cak Nun, Megawati hampir tak pernah bersentuhan langsung dengan masyarakat sebab sejak kanak-kanak hidupnya sudah enak dan serba berkecukupan.

Cak Nun dalam tayangan video itu juga menilai Megawati Soekarnoputri kurang terampil dalam pemahaman akademis. Bahkan, menurutnya, bekal keilmuwan Ketua Umum PDIP tersebut terkesan minim karena tidak sekolah.

“Dia enggak punya ilmu buat memahami itu, dia enggak sekolah, dia enggak pernah menjadi manusia biasa seperti Anda. Bergaul di kampung-kampung enggak pernah. Sejak kecil beliau itu anak presiden di istana,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *