Waduh! Massa Pendemo Pendukung Firli Ternyata Dibayar, Ngaku Bahkan Tak Tahu Alasan 51 Pegawai KPK Dipecat

  • Bagikan
Massa pendemo pendukung Firli dibayar


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Baru-baru ini terungkap sebuah fakta mengejutkan di mana massa pendemo pendukung Firli Bahuri rupanya orang bayaran.

Tak hanya itu, beberapa dari mereka bahkan mengaku tak tahu alasan di balik keputusan Firli selaku Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memecat 51 pegawainya. 

Dalam artian lain, mereka melakukan aksi, tetapi anehnya justru tak mengerti apa alasan demo tersebut dilakukan. 

Damar, misalnya, bagian dari kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia, mengatakan bahwa ia tidak mengetahui alasan berdemo.

Yang Damar tahu, yaitu hanya persoalan 51 oknum KPK yang dikeluarkan. Sedangkan ketika ditanya alasannya, Damar mengaku tidak tahu dan bahkan lupa mengenai maksud Tes Wawasan Kebangsaan.

“Kalau yang itu (alasan pemberhentian 51 pegawai KPK) saya kurang tahu,” ujar Damar.

“Katanya, sih, dibayar. Enggak tahu (nominal bayarannya),” kata Damar.

Hal yang sama juga diungkapkan Fajri, salah satu massa aksi kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Himpunan Aktivis Milenial Indonesia.

Seperti halnya Damar, Fajri rupanya masih seorang pelajar SMP berusia 15 tahun yang saat ini masih duduk di kelas 8.

“Dibayar, sih. Dengernya, sih, dibayar. Enggak tahu (nominalnya), deh. Saya kan baru ikut,” ungkap Fajri.

Sementara itu, anggota massa aksi Himpunan Aktivis Milenial Indonesia lainnya, yakni Iwan, justru tampak lebih tua daripada beberapa massa aksi lainnya.

Iwan mengaku berusia 34 tahun. Namun, wajahnya tampak lebih tua dari itu. Sama seperti Damar dan Fajri, ia juga mengaku tidak mengetahui aksi apa yang ia ikuti.

Lelaki tersebut menyampaikan ia berangkat bersama rombongan lainnya menggunakan empat mikrolet dari terminal Johar.

Dengan alasan sedang libur bekerja sebagai office boy (OB) di Pasar Baru, ia lantas menyetujui ajakan temannya ikut aksi.

Namun, teman yang ia maksud sama sekali tak menjelaskan aksi apa yang akan mereka lakukan.

“Kagak dibilangin,” kata Iwan.

Kemudian, salah satu perempuan yang menjadi bagian kelompok Satgas Pemuda Peduli KPK juga mengaku tidak mengetahui aksi yang ia ikuti.

Ia berangkat bersama suaminya dari daerah Tukro, Kwitang, menggunakan mikrolet dan ketika ditanya mengapa mengikuti aksi tersebut, ia mengaku hanya ikut-ikutan saja.

“Kurang tahu (kenapa aksi). Saya cuma pengikut doang,” jawabnya. 

Sebagai informasi, puluhan massa aksi yang tergabung dalam beberapa kelompok, TOPNEWS.MY.ID lain, Himpunan Aktivis Milenial, Satgas Pemuda Peduli KPK, serta Aliansi Mahasiswa dan Pemdua Indonesia melakukan aksi mendukung keputusan Firli Bahuri untuk memberhentikan 51 pegawai KPK.

Mereka berorasi di Jalan Kuningan Persada sisi selatan KPK, sedangkan puluhan massa lainnya juga melakukan aksi di jalan yang sama di sisi utara gedung KPK.

Beberapa anggota massa aksi tersebut tampak masih berusia belasan tahun dan berpenampilan lusuh, tetapi beberapa di antaranya juga ditemukan orang-orang paruh baya yang sudah beruban.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *