Sebut Konflik Israel-Palestina Memang karena Agama, Felix Siauw Singgung Resolusi Jihad: Mereka Ketakutan

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID, Jakarta – Meski banyak yang memperdebatkan bahwa konflik Palestina-Israel bukan karena agama, tetapi Ustaz Felix Siauw justru beranggapan sebaliknya.

Ia menegaskan bahwa krisis yang terjadi akibat dari agresi militer Israel di Palestina saat ini, tak lain dan tak bukan memang merupakan masalah agama.

Menurutnya, Israel saat ini tengah berusaha menggiring opini publik agar berpikir bahwa konflik Palestina hanya sekadar urusan politik hingga persoalan tanah dan kekuasaan.


Baca Juga: Beredar Foto, Felix Siauw dan IHH: Dituding Bantu Teroris Suriah

Ustaz Felix menambahkan bahwa Israel ketakutan jika sampai krisis Palestina benar-benar diseriusi sebagai masalah agama karena Islam sendiri memiliki konsep jihad.

Namun, menurutnya, Israel tidak ingin krisis Palestina dibawa ke ranah agama lantaran mereka mau umat Islam tetap terpecah seperti saat ini.


Baca Juga: Diungkit! Pernyataan Lama Felix Siauw: Nasionalisme Tidak Ada Dalilnya

“Zionis Israel sendiri sudah jelas sejak awal, negara mereka adalah negara Yahudi. Cita-citanya berdasarkan agama. Karena itu, wilayah yang dipilih pun berdasarkan teks agama (Palestina). Benderanya juga, begitu pula sikapnya,” ungkapnya, seperti dikutip TOPNEWS.MY.ID dari Pikiran Rakyat pada Jumat, 28 Mei 2021, melansir salah satu tayangan di kanal YouTube Felix Siauw.

“Hanya bila zionis membiarkan Muslim memahami ini sebagai masalah agama, mereka pasti dalam masalah besar,” sambung Ustaz Felix.

“Karena itu, framing mereka adalah ini bukan masalah agama agar kaum Muslim terpecah, tak peduli, dan bersikap bodoh amat.”


Baca Juga: Tanggapi Polemik Saat Ini, Sujiwo Tejo: Mungkin Kita Mulai Menuhankan…

Oleh karenanya, jelass Felix Siauw, setelah Perang Dunia I, zionis lantas mengembangkan narasi bahwa semua tanah Palestina milik Inggris yang kemudian diberikan kepada Israel.

PBB dan LBB pun sudah merestui pembentukan negara Israel di atas tanah Palestina tersebut.

“Belum lagi logical fallacy (kesalahan logis) yang mengatakan bahwa semua salahnya Hamas sebagai yang membela diri dan fight back. Kemudian ada yang ngomong kedamaian enggak akan tercipta karena rakyat Palestina masih melawan,” tuturnya.

“Bila logika ini dikembangkan, bahaya. Tak perlu lagi ada perjuangan melawan penjajah.”

Belum lagi, ujar Felix Siauw, watak dan rekam jejak Yahudi yang memang dikenal selalu mengkhianati sebuah perjanjian.

“Kenapa tidak di-mention berapa banyak pembunuhan dan pembantaian yang dilakukan oleh Israel sejak dahulu? Kenapa yang disalahkan yang membela diri?” tanya Ustaz Felix Siauw.

“Kalau Allah dan Rasul saja menegaskan bahwa Baitul Maqdis itu selalu urusan agama bagi kita umat Islam, maka siapa kita berani bernarasi sebaliknya?”

Felix Siauw pun kemudian mengingatkan bahwa Israel saat ini sedang ketakutan jika krisis Palestina dijadikan sebagai persoalan agama.

“Kenapa mereka takut banget kalau ini adalah menjadi permasalahan agama? Karena Indonesia baru bisa melawan dengan seimbang ketika KH Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa ini masalah agama harus dan harus gunakan resolusi jihad,” paparnya.

“Maka siapa yang bantu Belanda, mereka termasuk orang-orang yang kafir dan siapa yang kemudian berjihad, mereka mati dan mereka mati syahid,” lanjutnya.

“Ketika diangkat menjadi permasalahan agama, ini menjadi satu permasalahan yang penting dan menjadi permasalahan yang ketika semua orang Muslim fight di situ, mereka merasa worth it.”

Sebagai informasi, dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pendiri NU, yakni KH Hasyim Asy’ari, mencetuskan resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 silam.

Fatwa resolusi jihad itu dikeluarkan sebagai respons atas rencana kedatangan tentara Belanda yang bermaksud merebut kemerdekaan Indonesia.

Setelah keluarnya fatwa resolusi jihad, perlawanan terhadap Belanda pun muncul dari berbagai daerah.

Salah satunya, yaitu perlawanan heroik dari arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945.

Sementaea KH Hasyim Asy’ari diketahui wafat pada 25 Juli 1947 dan jenazahnya dikebumikan di Pesantren Tebuireng Jombang.

Atas jasanya semasa hidup terhadap negara, Kiai Hasyim lantas ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 17 November 1964.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *