Ini Alasan Mengapa Jatim Masih Hujan Saat Musim Kemarau

  • Bagikan


TOPNEWS.MY.ID–Pada Juni, seharusnya wilayah Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau. Namun, hujan masih saja turun. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa hal itu sebagai dampak dari fenomena gelombang equatorial rossby.

”Hujan sejak 23 Mei karena fenomena gelombang equatorial Rosby,” tutur Prakirawan BMKG Klas I Juanda Surabaya Luthfi pada Jumat (28/5).

Equatorial rossby atau gelombang rossby ekuator, papar Luthfi, merupakan gelombang atmosfer. Gelombang itu bergerak ke arah barat di sepanjang wilayah ekuator (20 LU–20 LS) dengan periode kurang dari 72 hari.

”Gelombang rossby umumnya bisa bertahan tujuh hingga 10 hari di wilayah Indonesia,” ujar Luthfi.

Menurut dia, gelombang rossby masih terus berada di wilayah Jawa hingga 30 Mei. Hingga saat itu, hujan diperkirakan terus turun hingga Minggu (30/5).

Update pantauan hari ini (28/5), gelombang rossby masih akan terus berada khususnya di wilayah Pulau Jawa hingga 30 Mei,” jelas Luthfi.

Berdasar catatan BMKG, hingga saat ini, daerah di Jatim yang masih diguyur hujan tersebut TOPNEWS.MY.ID lain, Bojonegoro, Mojokerto, Pasuruan, Jember, Kabupaten Malang, Kota Malang, serta Gresik. Wilayah lain juga diguyur hujan yakni, Ngawi, Jombang, Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Kediri, Blitar, Tulungagung, Ponorogo, dan Pacitan.

”Masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang,” terang Luthfi.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *