Gubernur Sumbar Tekankan Dinas segera Bantu Korban Banjir Bandang di Tapan 

  • Bagikan
Gubernur Sumbar Tekankan Dinas segera Bantu Korban Banjir Bandang di Tapan 


TOPNEWS.MY.ID, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi memerintahkan dinas terkait segera terjun membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang di Tapan, Pesisir Selatan Sumbar.

“Laporan dari warga kebutuhan mendesak saat ini beras untuk dapur umum kemudian tanggul darurat untuk mencegah limpahan air sungai masuk ke pemukiman. Dua hal ini segera dibantu,” katanya di Padang, Jumat (28/05/2021).

Ia mengatakan kebutuhan beras untuk dapur umum akan diminta dari Bulog setempat dan secepatnya didistribusikan pada warga terdampak.

Bersamaan dengan itu, ia memerintahkan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar segera mengupayakan langkah darurat untuk mengantisipasi agar air limpahan dari sungai tidak masuk dan menggenangi perumahan.

“BPBD Sumbar juga harus turun tangan. Cairkan Biaya Tak Terduga (BTT) untuk membantu penanganan darurat,” katanya.

Selain antisipasi jangka pendek, ia meminta dinas terkait juga merencanakan antisipasi jangka panjang agar bencana banjir itu tidak kembali terjadi dan merugikan warga.

Kepala PSDA Sumbar, Rifda Suruani mengatakan antisipasi jangka pendek yang segera dilakukan adalah membangun tanggul darurat.

“Kita siapkan 1000 geo bag untuk membangun tanggul sementara. Nanti akan dilapis dengan beronjong agar bisa permanen,”ujarnya.

Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera V untuk membantu pengadaan beronjong.

“Kita juga sudah turunkan tim untuk mensurvei dan membuat perencanaan antisipasi jangka panjang. Kebutuhan anggaran penanggulangan banjir di Tapan sebesar 1,2 Triliun,” katanya.

Ia menyebut pihaknya telah mengusulkan bantuan ke Kemenko Kemaritiman untuk mengantisipasi banjir di Tapan sebesar Rp500 miliar pada 2022.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erman Rahman mengatakan jika pemerintah daerah sudah menetapkan status darurat, maka Pemprov Sumbar bisa mencairkan bantuan Biaya Tak Terduga (BTT) hingga Rp300 juta.

Sebelumnya, belasan tokoh masyarakat Tapan Pesisir Selatan mengadukan nasib mereka yang selalu diterjang banjir saat hujan turun.

Bencana tersebut telah berulang kali terjadi sehingga menjadi trauma bagi masyarakat. Terakhir 11 Mei 2021 sebelum lebaran.

Salah seorang tokoh masyarakat Cendra Hardi Murba mengatakan masyarakat secara swadaya telah berupaya mengantisipasi banjir yang berulang itu, demikian juga pemerintah kabupaten. Namun sampai sekarang belum membuahkan hasil maksimal.

“Kami berhadap bantuan dari Pemprov Sumbar untuk mengatasi bencana di kampung kami. Karena daerah terdampak sangat luas yaitu 11 nagari dari dua kecamatan,” katanya.[]



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *