Bruno Silva Ungkapkan Kegelisahan soal Masa Depannya di PSIS | Bolaindo

  • Bagikan



Lama tak terdengar kabarnya, striker PSIS Semarang, Bruno Silva mencurahkan isi hatinya lewat media sosial. Yakni terkait belum dapat diketahui masa depannya bersama tim Mahesa Jenar untuk Liga 1 musim 2021/2022.

Striker haus gol berkepala plontos itu sedianya adalah bomber mematikan dan sangat diandalkan oleh PSIS, setidaknya sejak musim 2018 lalu. Bruno Silva menjadi mesin gol dan top scorer di PSIS untuk musim itu, hingga berlanjut di musim 2019 dan 2020 sebelum Liga ditangguhkan akibat pandemi COVID-19.

Lantas Bruno Silva memutuskan kembali pulang ke tanah kelahirannya di Brasil pada saat kompetisi mandek, termasuk saat kelanjutan Liga 1 2020 urung digelar hingga berstatus gugur. Ia senantiasa menunggu kabar dari timnya sekaligus soal masa depannya bersama PSIS.

Seperti halnya tiga pemain asing lain yang dimiliki PSIS, seperti Wallace Costa, Jonathan Cantillana, dan Flavio Beck Jr. Bruno Silva juga absen membela PSIS saat tampil di ajang turnamen Piala Menpora 2021 Maret-April kemarin.

Melalui akun Instagram pribadinya, Bruno Silva membeberkan kegundahnya. Pihaknya juga belum dapat memastikan kapan dapat kembali ke PSIS. Ia menyebut ada kans untuk mencari klub lain sebagai pelabuhan barunya, jika memang tidak lagi dipertahankan.

“Halo teman-teman, semoga kalian baik-baik saja. Saya ingin menyampaikan beberapa hal. Bahwa saya tidak mengetahui masa depan saya dengan klub,” tulis Bruno Silva dalam story Instagram, Kamis (27/5/2021).

“Saya perlu bekerja dan membutuhkannya. Saya percaya bahwa tidak hanya saya tetapi semua pemain asing. Saya menyerahkan banyak hal untuk kembali ke klub, dengan menolak lamaran dari tempat lain, karena rasa hormat dan cinta untuk klub. Tetapi saya tidak tahu berapa lama,” katanya.

Berpeluang Hengkang

Kans Bruno Silva bertahan di PSIS musim ini tampaknya cukup menipis. Situasi yang dialami banyak tim, terutama finansial akibat hantaman pandemi COVID-19 sangat dirasakan tidak hanya PSIS. Banyak tim yang mengandalkan pemain lokalnya.

Seperti yang ditunjukkan PSIS pada ajang Piala Menpora kemarin, yakni tanpa pemain asingnya. Bahkan dengan skuad yang mayoritas pemain muda hasil akademi, PSIS justru mampu membuat kejutan dengan melaju ke babak delapan besar.

“Saya sedih dengan situasi ini. Mungkin kisah indah dengan klub ini akan segera berakhir dan itu bukan salah saya,” ungkap pemain yang selalu mengenakan nomor punggung 91.

Sikap Manajemen Klub

Sementara itu, manajemen PSIS belum lama ini memastikan bahwa empat pemain asingnya masih punya ikatan kontrak dengan tim kebanggaan kota Lunpia.

Hanya saja, pemanggilan kembali para ekspatriat PSIS nanti di lakukan setelah adanya kepastian pelaksanaan kompetisi Liga 1. Meliput jadwal pasti serta regulasi yang dikeluarkan oleh PSIS dan PT LIB.

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengatakan bahwa pihaknya tak ingin kembali terjebak dalam situasi ketidakpastian kompetisi. Seperti yang pernah dialami pada rencana kelanjutan musim 2020 yang berakhir batal.

Bahkan saat itu bek Wallace Costa sudah kembali dari Brasil, dan harus pulang ke negaranya saat mengetahui kompetisi dinyatakan gugur.

“Pemain asing sampai sekarang masih berstatus kontrak. Tinggal menunggu kepastian liga. Tapi PSIS sangat berhati-hati untuk mendatangkan mereka. Kami tidak ingin terulang seperti tahun lalu,” terang Yoyok Sukawi.

“Lalu regulasinya seperti apa? Ada degradasi atau tidak. Semua itu harus pastikan dulu. Setelah pasti, baru persiapan. Kecuali kami tidak punya pemain asing dan harus mencari dulu,” tegasnya.

Berita Terkait



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *