Asing Aksi Beli Rp343 Miliar, IHSG Merangkak Tipis Jelang Akhir Pekan

  • Bagikan
Asing Aksi Beli Rp343 Miliar, IHSG Merangkak Tipis Jelang Akhir Pekan


TOPNEWS.MY.ID Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 0,12% atau 6,788 poin ke level 5.848,61 pada penutupan perdagangan, Jumat (28/5/2021).

Ada 202 saham menguat, 271 melemah, sisanya 171 stagnan.Nilai transaksi hari ini sebesar Rp12,9 triliun.

Investor asing membeli bersih Rp343 miliar di pasar reguler.

Sebelumnya, IHSG berakhir menguat penutupan akhir perdagangan sesi I. IHSG naik 0,03% atau hanya 1,78 poin ke level 5.843,61.

Terdapat 175 saham naik, 271 saham turun, serta 182 saham stagnan. Nilai transaksi Rp6,74 triliun.

Total volume transaksi bursa mencapai 14,38 miliar saham. Investor asing mencatat net buy Rp361,92 miliar di seluruh pasar.

Adapun pada pagi tadi, IHSG juga dibuka menguat 0,57% ke level 5.875,27. Tak selang berapa lama, IHSG masih berada di zona hijau pada kisaran level 5.8880,09.

Nilai transaksi hari ini sebesar Rp1,2 triliun dan terpantau investor asing membeli bersih Rp65 miliar di pasar reguler.

Hingga jelang pukul 10:00 WIB, IHSG masih terus melonjak pada kisaran level 5.866,492.

Sekitar 199 saham naik, 202 saham turun dan 183 saham stagnan. Nilai transaksi Rp3,029 triliun.

Sekadar informasi, secara teknikal IHSG diramal bergerak membentuk pola touching resistance moving average 20 dengan indikasi false break bearish trend jangka menengah yang memberikan signal koreksi jangka pendek.

Data pertumbuhan pinjaman yang masih di zona negatif pada bulan April 2021 menjadi trigger negatif saham-saham disektor perbankan.

” Optimisme investor terhadap proyeksi pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi di kuartal kedua tahun ini menjadi alasan penguatan IHSG dan beberapa saham disektor infrastruktur dan konsumsi,” tutur Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta.

Data pekerjaan, pertumbuhan dan konsumsi pribadi Kamis malam akan membantu investor mengumpulkan gambaran ekonomi di tengah kekhawatiran tentang tekanan inflasi dan prospek stimulus moneter.

” Selanjutnya investor merefleksi data pertumbuhan ekonomi kuartal ke-2 tahun 2021 yang tumbuh 6,4% dan penurunan klaim pengangguran terhadap upaya The Fed terhadap prospek stimulus pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Sedangkan indikator stochastic dan RSI memberikan signal bullish momentum yang masih berpotensi melanjutkan pembalikan arah trend. Indikator MACD cross over pada area undervalue. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi bergerak menguat tertahan dengan ancaman false break bearish trendline dengan support resistance 5798-5902.[]



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *