Hati-hati! Jika Kamu Diabetes, Selalu Jaga Kesehatan Kaki Ya!

  • Bagikan
Hati-hati! Jika Kamu Diabetes, Selalu Jaga Kesehatan Kaki Ya!


Luka di kaki pada penyandang diabetes umumnya akan sulit sembuh dan kadang bisa berujung dengan amputasi. Luka di kaki pada orang dengan diabetes bisa sangat sulit dismebuhkan akibat tingginya kadar gula yang tidak terkendali, sehingga menyebabkan kerusakan saraf dan pembuluh darah di kaki.

 

Sekitar 10% pasien diabetes mengalami komplikasi kaki diabetes dan diperkirakan akan meningkat 4,4% (berkisar 366 juta jiwa) pada tahun 2030. Risiko perburukan dan ancaman amputasi akan meningkat apabila pasien tidak mengontrol gula darah dan melakukan perawatan rutin pada luka. Berdasarkan penelitian di RSCM, jumlah pasien kaki diabetes yang menjalani amputasi berulang pada tahun 2008-2012 mencapai 58,7%.

 

Baca juga: Luka Kaki Diabetes Bisa Disembuhkan, Tanpa Amputasi

Alasan Luka Kaki Diabetes Susah Sembuh

Berikut ini beberapa alasan luka kaki diabetes susah sembuh:

 

1. Terhambatnya sirkulasi darah

Pada pasien diabetes, terjadi penyumbatan pembuluh darah dan kerusakan syaraf akibat kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol. Dampaknya, terjadi penurunan sensasi perabaan pada permukaan kulit, terutama kaki.

 

Kurangnya sirkulasi darah pada kaki penderita diabetes terjadi karena tersumbatnya arteri-arteri yang disebabkan oleh penyakit arteri perifer, sehingga proses penyembuhan luka kaki penderita diabetes pun buruk.

 

Inilah sebab mengapa penderita diabetes yang kadar gula darahnya tidak terkontrol, kadang tidak merasakan adanya luka lecet atau trauma pada tungkai karena tergores, menginjak benda tajam, tersandung dan hal traumatis lainnya.

 

Selain itu, karena kerusakan pembuluh darah di kaki karena gula tinggi, oksigen dan sel darah putih sulit mencapai jaringan. Akibatnya, infeksi pada luka sulit sembuh dan selanjutnya dapat berakibat terjadinya pembusukan dan terpaksa kaki diamputasi. 

 

2. Kerusakan saraf tepi (neuropati diabetik)

Salah satu komplikasi diabetes yaitu neuropati. Neuropati adalah kondisi ketika penderita diabetes sudah kebas dan tak bisa merasakan sakit, perih, atau nyeri di bagian yang luka. Ini dikarenakan saraf-saraf tubuh sudah rusak oleh tingginya kadar gula darah.

 

Akibatnya, saraf tidak mampu mengirimkan sinyal rasa sakit di otak. Karena tak merasakan sensasi nyeri apapun di daerah yang luka, penderita diabetes sering tak sadar bila lukanya jadi tambah parah dan infeksi luka pun terlambat ditangani.

 

3. Penyempitan arteri

Tingginya kadar gula dalam darah bisa mengakibatkan berbagai komplikasi. Salah satunya adalah dinding pembuluh darah arteri mengeras dan menyempit. Karena itu, aliran darah dari jantung menuju seluruh bagian tubuh penderita diabetes jadi terhambat.

 

Padahal, saat ada bagian tubuh yang terluka, luka tersebut sangat memerlukan oksigen dan nutrisi yang terkandung dalam darah agar sembuh. Karena bagian yang luka tidak mendapat asupan oksigen dan nutrisi yang cukup, sel-sel tubuh pun semakin sulit memperbaiki kerusakan jaringan dan syaraf. Luka pun  tak kunjung sembuh atau bertambah parah.

 

4. Kekebalan tubuh lemah

Tingginya kadar gula dalam darah penderita diebtes membuat sel-sel yang bertugas untuk menjaga kekebalan tubuh melemah. Itulah sebabnya, luka sedikit saja bisa menjadi infeksi parah yang sulit diobati. Saat luka menjadi borok, sel-sel imun tetap tak bisa memperbaiki kerusakannya dengan cepat.  

 

Baca juga: Tips Merawat Kaki Diabetes Selama Pandemi

 

Tahapan Terjadinya Luka Diabetes

Berdasarkan klasifikasi Wagner, kaki diabetes dibagi menjadi 5 tahapan.

  • Tahap 0 ketika pasien tidak memiliki luka namun memiliki risiko tinggi kaki diabetes.

  • Tahap 1 saat pasien memiliki luka dangkal

  • Tahap 2 dengan luka yang lebih dalam tanpa adanya nanah maupun keterlibatan tulang

  • Tahap 3 sudah terdapat luka dalam, nanah, dan keterlibatan tulang

  • Tahap 4, luka dengan gangren yang bersifat lokal

  • Tahap 5 saat gangren terjadi secara menyeluruh pada semua bagian kaki.

 

Mencegah Luka Kaki Diabetes

Penanganan kaki diabetes tidak hanya berpusat pada pengobatan, pencegahan terjadinya luka merupakan hal penting guna menurunkan prevalensi luka pada kaki diabetes. Terdapat lima langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

 

1. Selalu periksa kondisi kaki

melakukan pemeriksaankaki setiap hari sangat penting untuk identifikasi adanya luka atau risiko luka. Hal ini sangat penting karena kaki diabetes seringkali tidak memiliki gejala meskipun sudah terjadi luka.

 

Perhatikan apabila kaki terlihat kemerahan, terdapat lepuh atau kapalan, bengkak, kering, dan kuku yang telalu panjang atau pendek. Kondisi-kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya luka pada kaki diabetes. Lokasi yang paling sering mengalami luka ialah tempat terjadinya trauma atau penekanan berulang.

 

Pasien bisa melakukan pemeriksaan kepada tenaga kesehatan sekaligus skrining gangguan saraf dan pemeriksaan lainnya.

 

 

2. Jaga Kebersihan kaki

Edukasi perawatan kaki pun perlu dipahami oleh pasien, keluarga, maupun tenaga kesehatan. Pengetahuan yang baik akan mencegah terjadinya komplikasi luka, memberikan perawatan yang optimal, dan memutus kesalahpahaman masyarakat terhadap kaki diabetes.

 

Kaki diabetes harus dibersihkan setiap hari terutama pada sela jari kaki. Pelembab dapat diberikan kecuali pada sela jari kaki agar tidak terlalu kering dan tidak mudah terjadi luka. Cara menggunting kuku pada kaki diabetes pun tidak boleh terlalu pendek karena kuku juga berperan sebagai pelindung jari kaki.

 

3. Gunakan alas kaki yang nyaman

Pasien dengan kaki diabetes pun harus selalu menggunakan alas kaki yang aman dan nyaman. Alas kaki untuk kaki diabetes tidak boleh terlalu tipis ataupun terlalu ketat. Sebaiknya panjang bagian dalam sepatu dilebihkan 1-2 cm dari panjang telapak kaki untuk memberikan ruang yang cukup bagi kaki diabetes. Kalau pada kaki diabetes masih ditemukan kapalan atau luka, hal tersebut menandakan bahwa sepatu yang dipilih belum sesuai.

 

Penggunaan alas kaki untuk kaki diabetes pun perlu disesuaikan dengan bentuk kaki pasien guna menciptakan alas kaki yang sesuai dengan kebutuhan kaki diabetes. Alas kaki yang dapat meminimalisasi tekanan pada telapak kaki dapat mencegah terbentuknya luka dan meningkatkan proteksi kaki diabetes.

 

Penyesuaian alas kaki khusus ini pun telah banyak dikembangkan sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi untuk memperoleh alas kaki khusus ini.  

 

4. Kendalikan faktor risiko

Langkah terakhir yang perlu dilakukan ialah mengobati faktor risiko terjadinya luka pada kaki diabetes. Hal yang dapat dilakukan TOPNEWS.MY.ID lain mengontrol kadar gula darah, menghilangkan kapalan, mengobati kuku jari yang terinfeksi, serta melakukan operasi apabila terdapat deformitas yang menyebabkan terjadinya luka berulang.

  

Aktivitas fisik pun boleh dilakukan oleh penderita kaki diabetes. Senam kaki diabetes merupakan salah satu aktivitas fisik yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia karena dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat otot kecil kaki, dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Senam dapat dilakukan setiap hari secara teratur dengan gerakan yang sederhana dengan berbagai panduan yang dapat diakses secara gratis di internet.

 

Kaki diabetes yang dirawat dengan cara yang tepat akan mencegah terjadinya luka yang parah sehingga tidak semua kaki diabetes harus diamputasi. Penanganan yang tepat dan sedini mungkin akan memberikan harapan kesembuhan yang lebih baik, sehingga pasien diabetes tidak perlu takut pergi ke dokter. Semakin cepat penanganan terhadap kaki diabetes, akan semakin banyak pula hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan kaki diabetes.

 

Baca juga: Luka Lama Sembuh? Cari Tahu Penyebab dan Mengatasinya!

 

 

Referensi:

Sumber : p2ptm.kemenkes.go.id

 



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *