Bukan Menyayangi, Ini Tanda Anda Justru Memanjakan Anak

  • Bagikan

Bukan Menyayangi, Ini Tanda Anda Justru Memanjakan Anak

Setiap orang tua tentu selalu berusaha untuk mencintai dan merawat anaknya dengan sepenuh hati. Pasalnya dua hal ini akan sangat berpengaruh pada perkembangan Si Kecil serta menghindarkan anak dari masalah perilaku dan bahkan mungkin kesulitannya untuk hidup berdampingan di masyarakat kelak.

Namun, beberapa upaya yang Moms dan Dads lakukan sebagai orang tua untuk memberikan yang terbaik kepada anak, terutama cinta dan perhatian, tanpa disadari justru malah memanjakan Si Kecil. Maksud hati ingin menyanyangi Si Kecil, namun Anda malah memanjakannya. Berikut ini beberapa tanda Anda sebenarnya telah memanjakan anak, Moms.


1. Selalu mengikuti kemauan Si Kecil

Setiap kali Si Kecil tantrum, entah itu karena ia ingin perhatian Anda atau karena tuntutannya ingin dipenuhi, kemudian Moms selalu menyerah pada tangisan, teriakan, serta mengabulkan segala permintaan anak yang sebenarnya tidak realistis, maka Moms sebenarnya sedang memanjakan Si Kecil.


2. Memberikan ancaman kosong

Saat membesarkan anak, Anda harus berpegang teguh pada kata-kata dan tindakan Anda. Jika Si Kecil berperilaku buruk, dan Anda memiliki cara atau aturan yang memang sedikit keras untuk menangani anak Anda, bahkan mungkin sampai harus mengancam, maka Moms harus melakukan atau menerapkannya pada anak. Ingatlah, jangan sampai Anda melemparkan ancaman kosong pada anak karena hal tersebut justru dapat membuatnya menganggap enteng atau meremehkan Anda.

3. Tidak membiarkan anak mengatasi emosinya sendiri

Sebagai orang tua, tentu kita ingin selalu bisa melindungi anak dari kesulitan, termasuk saat suasana hatinya sedang kacau. Namun ada kalanya kita juga perlu membiarkan Si Kecil menghadapinya sendiri. Bila Moms berpikir bahwa Anda mencintai anak Anda dengan selalu melindungi dan membantu Si Kecil untuk mengatasi emosinya, ini justru menjadi cara yang keliru dan bisa berdampak kurang baik pada masa depannya nanti. Karena ketika anak belajar mengatasi tantangan atau emosinya yang sedang tak karuan sendiri, ia dapat menangani masalahnya dengan baik di masa depan.

4. Menyogok Si Kecil

Selain memilih untuk menyerah pada tuntutan anak Anda, jika Moms sering menyuap atau menyogoknya untuk berperilaku baik, maka Anda justru sedang memanjakannya. Melakukan hal ini hanya akan membuat anak memilih jalan keluar yang mudah dari segala sesuatu dalam hidup, yang mungkin tampak baik-baik saja, sampai anak menyadari bahwa ia tidak memiliki kemampuan memecahkan masalah. Sebaliknya, bantulah Si Kecil melihat gambaran yang lebih besar dan memilih apa yang benar daripada yang salah.

5. Membiarkan anak tidak menghormati Anda

Jangan biarkan Si Kecil tidak menghormati Anda dengan cara apa pun. Meskipun Moms mungkin berpikir bahwa ia hanyalah anak-anak, hal ini justru akan mendorongnya untuk melakukan perilaku yang mengganggu. Oleh karena itu, jika Anda benar-benar mencintainya, jangan mengabaikan anak saat ia hendak mencoba membantah Anda atau berperilaku buruk pada Anda. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)

Tags: keluarga,   menyayangi anak,   memanjakan anak

  • Bagikan

Respon (3)

  1. Hmm it appears like your site ate my first comment (it was extremely long)
    so I guess I’ll just sum it up what I wrote and say, I’m thoroughly enjoying
    your blog. I as well am an aspiring blog blogger but I’m
    still new to the whole thing. Do you have any points for rookie blog writers?
    I’d certainly appreciate it.

  2. I think this is one of the most important information for me.

    And i am glad reading your article. But should remark on some
    general things, The web site style is wonderful, the articles is really excellent : D.
    Good job, cheers

  3. An impressive share! I have just forwarded this onto a friend who was conducting a little homework on this.
    And he in fact bought me lunch simply because
    I found it for him… lol. So let me reword this….
    Thanks for the meal!! But yeah, thanks for spending some time to discuss this issue
    here on your web page.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *