3 Janda Muda di Sragen Digerebek. . .

  • Bagikan


 

Sebanyak tiga pasangan mesum atau tidak resmi digerebek dalam razia
penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar tim gabungan Satpol PP dan
aparat terkait, Rabu (11/4)  malam.

Mereka digerebek saat tengah
asyik berduaan di dalam kamar dua hotel kelas melati di wilayah Sragen
Kota dan Sambungmacan. Saat diamankan, ketiga pasangan itu diduga sedang
atau sudah selesai berkencan dengan sejolinya.

Ironisnya lagi, ketiga pasangan itu diketahui beda usia. Perempuannya
kebanyakan berstatus janda sedang pasangannya lelaki beristri bahkan
ada pula yang masih muda alias brondong.

Data yang dihimpun di
lapangan, razia digelar melibatkan tim dari Satpol PP, TNI, Polri dan
Dinas Sosial. Razia digelar mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.15 WIB
dengan sasaran lokasi-lokasi rawan maksiat.

Sasaran pertama di kios-kios Pasar Nglangon, Karang Tengah, Sragen. Di lokasi ini tim gagal mendapati satu PSK pun yang mangkal.

Operasi
dilanjutkan ke Hotel Sukowati. Di hotel yang berlokasi di ring road
utara Sragen itu, tim mendapati dua pasangan tengah ngamar.

Saat
pintu kamar dibuka, keduanya langsung gelagapan saat diinterogasi.
Karena tidak bisa menunjukkan identitas sebagai pasangan suami istri,
mereka kemudian digelandang ke Markas Satpol PP.

Dua pasangan
mesum yang diamankan di Hotel Sukowati itu masing-masing berinisial ST,
asal Tangen dan ceweknya janda berinisial SS asal Ngepringan Jenar.

Kemudian satu pasangan lagi berinisial SR asal Mojo Sragen dengan ceweknya janda berinisial JM asal Ringin Anom Sragen.

Dapat
dua pasangan, operasi berlanjut ke Hotel Tunjungan di Sambungmacan. Di
sini, tim mendapati satu pasangan dan juga tengah asyik ngamar. Mereka
berinisial R dan ceweknya berinisial T asal Jenar.

“Mereka kami
amankan karena tidak bisa menunjukkan identitas sebagai pasangan resmi.
Rata-rata perempuannya janda, laki-lakinya ada yang masih muda ada yang
berkeluarga. Karena bukan pasangan resmi, mereka kita bawa ke markas
untuk kita data dan diberi pembinaan dari petugas Dinsos,” papar Ketua
Tim Razia, Joko Pinarmo, seusai operasi.

Kepala Satpol PP Sragen,
Heru Martono menyampaikan razia itu digelar sebagai rangkaian kegiatan
rutin Satpol PP. Tujuannya untuk menekan penyakit masyarakat (pekat)
seperti prostitusi dan perbuatan yang melanggar norma susila lainnya.

Ke depan, razia serupa akan terus digelar secara berkala dengan melibatkan tim gabungan.

Sementara, setelah diamankan dan didata, ketiga pasangan itu diberi pembinaan oleh petugas Dinsos, Ine Marliah.

Dari
pengakuan saat didata, sebagian yang perempuan memang berstatus janda
cerai. Sementara pasangannya ada yang masih berkeluarga namun ada juga
yang masih muda.

“Tadi ada laki-lakinya yang sudah punya anak dua.
Tapi ada juga yang masih bujang. Perempuannya memang kebanyakan janda
cerai. Ngakunya ada yang belum apa-apa, tapi yang namanya dua orang
laki-laki dan perempuan bukan muhrim di kamar hotel ngapain kalau tidak
berbuat. Alhamdulillah, mudah-mudahan upaya dari satpol PP dan tim untuk
memberikan penyadaran, bisa membuat mereka tersadar,” paparnya.

Dalam
pembinaannya, Ine hanya mencoba memberikan gambaran TOPNEWS.MY.ID manusia
dengan binatang. Bahwa manusia diberikan akal dan pikiran sedangkan
binatang semuanya sejajar TOPNEWS.MY.ID badan dan kemaluan.

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *